Kembali ke : Halaman Utama
Kehidupan Umat pada Gereja Perdana
Gereja Perdana adalah gereja pada zaman para rasul. Hal ini merupakan sebutan untuk awal mula Gereja Katolik mulai berkembang melalui ajaran para rasul. Pada masa itu orang-orang belum disebut Kristen. Namun, mereka selalu tekun dalam iman dan berkumpul bersama.
Baca juga Hidup Baru dalam Roh Kudus
Situasi Gereja Perdana dapat dipahami dari kedua teks yang terdapat dalam Kisah Para Rasul berikut ini.
Kisah Para Rasul 2 : 41-47
|
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. |
Gereja didirikan sendiri oleh Yesus dan diberi kekuatan oleh Roh Kudus melalui para rasul pada peristiwa Pentakosta. Setelah itu, para rasul memiliki semangat untuk mewartakan Tuhan. Dimulai dari kotbah Santo Petrus di hadapan ribuan orang yang berkumpul di Yerusalem saat itu. Setelah itu, pengikut Tuhan bertambah kira-kira 3.000 jiwa. Mereka dibaptis oleh para rasul.

Gambaran peristiwa umat Gereja Perdana bertekun dalam pengajaran para rasul
Umat Gereja Perdana bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka rajin berkumpul untuk mendengar ajaran para rasul.
Para pengikut Yesus rajin berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa di Bait Allah. Hal tersebut merupakan bentuk pelaksanaan perintah Yesus pada peristiwa Perjamuan Terakhir untuk melakukan pemecahan roti.
Mereka membagikan harta milik kepada umat yang lain sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Hal ini merupakan contoh sikap berbagi yang sudah dilakukan sejak Gereja Perdana.
Selain berkumpul di Bait Allah, umat Gereja Perdana juga berkumpul di rumah-rumah umat. Di rumah umat tersebut mereka juga memecahkan roti, berdoa, dan makan bersama.
Kisah Para Rasul 6 : 1-7
|
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. |

Gambaran peristiwa pengangkatan 7 diakon pertama
Peristiwa di atas merupakan contoh pelayanan para rasul kepada umat di berbagai tempat. Ada kelompok yang kurang mendapat pelayanan iman dari para rasul, terutama untuk janda-janda yang tidak memiliki suami. Mereka tidak dapat berpergian karena pada waktu itu para janda tidak diperbolehkan berada di tempat-tempat umum.
Maka untuk memenuhi kekurangan pelayan iman tersebut, para rasul mengangkat 7 diakon pertama, yaitu Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus. Para rasul mengangkat tangannya di atas para diakon dengan berdoa sebagai bentuk pencurahan kuasa Roh Kudus untuk pelayanan ketujuh diakon tersebut.
Kehidupan Umat pada Gereja Masa Kini
Pada masa sekarang, berbagai kebiasaan umat Gereja Perdana masih terus dilakukan dan diteruskan. Sekarang ini ajaran iman para rasul masih terus dilakukan Gereja, salah satunya dengan memberikan homili saat Perayaan Ekaristi. Umat juga sering berkumpul untuk mengadakan pendalaman iman bersama.
Belajar dari teladan umat Gereja Perdana, setiap orang Katolik perlu bertekun dalam pengajaran iman. Misalnya, saat Pastor menyampaikan homili, umat menyimak dengan sungguh-sungguh dan meresapkan dalam hati. Sikap yang perlu dihindari adalah mengobrol, asyik sendiri, atau mengoperasikan HP.
Pemecahan roti pada masa sekarang disebut dengan Perayaan Ekaristi yang terus dilaksanakan sampai saat ini. Dalam mengikuti Perayaan Ekaristi, sebagai umat perlu melakukan dengan sikap-sikap yang baik, sesuai dengan tata liturgi yang ditentukan.

Perayaan Ekaristi merupakan pemecahan roti seperti yang dilakukan oleh para rasul.
Contoh sikap berbagi yang sudah dilakukan sejak Gereja Perdana hingga saat ini selalu dilakukan Gereja, terutama dalam bentuk kolekte. Selain itu ada juga dana sosial lain seperti Aksi Puasa Pembangunan, Aksi Natal, dan lain-lain.
Kegiatan berkumpul di rumah-rumah umat juga sering dilakukan hingga saat ini. Salah satu bentuknya kegiatan doa bersama atau doa lingkungan. Selain itu juga ada rekoleksi atau retret yang dapat kita lakukan bersama.

Doa lingkungan yang diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak muda
Baca juga : Doa-doa sebagai Sarana Menimba Karunia Roh Kudus
Karena umat yang terus bertambah saat ini, maka pelayanan tidak dapat dilakukan hanya oleh seorang pastor saja. Tetapi pastor juga memberikan wewenang dan berkat untuk para petugas seperti prodiakon. Prodiakon merupakan petugas-petugas awam yang dengan memberikan diri untuk tugas-tugas pelayanan iman.

Pembina iman anak-anak juga merupakan salah satu contoh pelayan
Oleh karena itu, sikap yang dicontohkan dan diwariskan oleh umat Gereja zaman para rasul itu tetap terus dilaksanakan pada saat ini. Hal ini terjadi karena karya Roh Kudus.
Kita sebagai umat Katolik sudah seharusnya mengikuti sikap iman yang demikian, karena Gereja pada masa sekarang satu dalam Roh Kudus dengan Gereja Perdana. Roh yang sama yang terus menyertai Gereja hingga akhir zaman.
Jangan lupa, kunjungi pula media sosial kami!
Youtube : SD Strada Van Lith 1
Facebook : SD Strada Van Lith 1
Instagram : sdstrada_vanlith1
Recent Comments