SD Strada Van Lith I merupakan salah satu sekolah adiwiyata tingkat kota Jakarta Pusat. Adiwiyata merupakan suatu program nasional yang bertujuan mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Pendidikan kepedulian lingkungan hidup dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Pembelajaran pun dapat memanfaatkan lingkungan sekitar untuk menjadi sumber belajar para murid.
Selasa, 22 September 2026, para murid kelas V belajar bersama di Lapangan Banteng. Di sana sedang diadakan Flona 2026, sebuah pameran tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam pameran ini mengusung konsep taman flora dan fauna bernuansa budaya. Ada beberapa bangunan tradisional beberapa daerah Indonesia dihiasi dengan berbagai hiasan tanaman bunga dan informasi seputar flora dan fauna. Para murid mengumpulkan data tentang flora dan fauna yang menarik sambil berkeliling di dalam taman.
Berangkat pada pukul 09.30 dengan berjalan kaki, para murid tiba di lokasi 15 menit kemudian. Jarak sekolah dengan Lapangan Banteng kurang lebih 700 meter. Mereka didampingi oleh guru-guru kelas V; Bapak Petrus, Bapak Albert, dan Ibu Eka, serta Pak Jemino dan Pak Rino dari petugas kebersihan sekolah. Setelah mendengarkan petunjuk dari guru-guru, mereka mengerjakan tugas di area pameran. Ada yang berkelompok, ada yang berpasangan, bahkan ada yang mengerjakan sendiri sesuai minat mereka masing-masing.
Para murid sedang belajar Bahasa Indonesia dengan model project based learning. Mereka mencari sumber belajar untuk diolah dalam materi menyusun teks atau artikel deskriptif-naratif. Kunjungan ini merupakan fase awal untuk mencari, menemukan, dan menggali informasi yang akan disusun menjadi sebuah teks artikel. Proses belajar tidak selesai hari itu, namun masih berlanjut untuk mempelajari struktur paragraf, kerangka teks, hingga menghasilkan artikel yang baik dan menarik.
Keasyikan belajar di dalam pameran Flona ini adalah bisa sambil bermain dan berteduh di bawah pohon dan bangunan-bangunan tradisional. Di saat-saat waktu belajar, para murid kadang terlalu asyik bermain sehingga lupa komitmen belajarnya.
“Ingat, jangan terlalu banyak mainnya. Fokus pada tujuan kita belajar di sini. Ayo, cari informasi sebanyak-banyaknya.” Sesekali Pak Albert menegur murid-murid yang kurang fokus dalam belajar.
Pembelajaran ini juga merupakan sarana sekolah untuk mengajarkan kepada para murid untuk mengenal dan mencintai lingkungan hidup terutama flora dan fauna. Walaupun sambil belajar, mereka dapat menikmati indahnya lingkungan yang sejuk, rapi, dan tertata rapi dengan berbagai jenis tanaman.
Pukul 11.30, mereka berkumpul kembali untuk bersiap perjalanan pulang ke sekolah. Setelah periksa kehadiran, mereka berfoto bersama tiap kelas. Setelah itu, mereka berbaris dan berjalan kaki menuju sekolah untuk melanjutkan pembelajaran.
Dokumentasi:
Kegiatan yang bagus dan berguna buat anak2 agar mengenal dan mencintai lingkungan hidup.
Wah kunjungannya seru banget ya aku juga pengen ah aku juga pengen ke sana ah soalnya rumahku dekat lapangan banteng
Jaya selalu Strada aku