Kembali ke Halaman Utama

 

Misi Yesus di dunia adalah mewartakan keselamatan bagi manusia, sekaligus menyelamatkan manusia dari dosa. Selama hidup-Nya Yesus senantiasa berbuat baik. Ia menolong orang. orang tertindas, orang-orang sakit, orang-orang kerasukan setan, dan orang-orang berdosa serta orang-orang yang dikucilkan masyarakat.

Yesus mengajarkan banyak hal berkaitan dengan Kerajaan Allah melalui perkataan dan perbuatan-Nya. Yesus juga sering mengkritik cara beribadah ahli-ahli Taurat dan para pemimpin agama Yahudi sudah tidak benar dan sudah tidak sesuai dengan kehendak Allah. Misalnya, tidak boleh membantu orang sakit saat hari Sabat.

Perbuatan Yesus itu tidak disukai para pemimpin agama Yahudi. Terutama karena Yesus mengatakan dapat “mengampuni dosa”. Bagi para pemimpin agama Yahudi yang bisa mengampuni hanyalah Allah. Maka tindakan Yesus mengampuni dosa dianggap menghina Allah. Orang yang sudah berbuat demikian hukumannya ialah hukuman mati.

Namun, orang-orang Yahudi tidak memiliki kuasa menghukum mati. Yang berkuasa menghukum mati ialah penguasa Romawi. Bangsa Yahudi pada waktu itu dijajah bangsa Romawi. Maka, para pemimpin agama Yahudi mengajukan Yesus kepada Pilatus selaku perwakilan kuasa Romawi.

Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus dalam Gereja Katolik diperingati secara liturgis dalam Trihari Paskah. Trihari Paskah diawali dari menjelang petang pada Kamis Putih sampai Hari Minggu petang.

Perjamuan Malam Terakhir

Sengsara Yesus dimulai saat Perjamuan Terakhir bersama murid-murid-Nya. Pada perjamuan dengan murid-murid-Nya itu, Yesus melambangkan diri dengan roti dan anggur yang diserahkan kepada para murid-Nya dan bagi semua orang. Yesus menyerahkan Tubuh dan Darahnya dalam bentuk Roti dan Anggur untuk murid-muridnya. Hal ini melambangkan tubuh kita disatukan dengan Tubuh Tuhan Yesus sendiri.

Dalam Gereja Katolik, peristiwa ini diperingati pada Hari Kamis Putih. Dalam Perayaan Kamis Putih juga ada pembasuhan kaki sebagai bentuk perintah bagi murid-murid Yesus untuk saling melayani dan mengasihi satu sama lain.

Yesus Berdoa di Taman Getsemani

Setelah Yesus makan bersama para muridnya, mereka pergi ke Taman Getsemani. Di situ Yesus berdoa semalam-malaman untuk mempersiapkan diri-Nya. Keringat dan darah saat berdoa melambangkan ketakutan Yesus pada jalan sengsara yang akan Ia lalui.

Dalam Gereja Katolik peristiwa ini dikenang dengan nama Tuguran. Dalam doa ini, kita berjaga-jaga dan berdoa bersama Yesus menjelang penangkapanNya di Taman Getsemani.

Yesus Ditangkap, Disiksa, dan Diadili

Yesus ditangkap menjelang pagi oleh pasukan prajurit Romawi, bersama dengan para iman-iman, dan Yudas Iskariot, murid yang mengkhianati Yesus. Setelah hari siang Yesus ditangkap dan dihadapkan pada pengadilan Pilatus. Pilatus adalah gubernur Yudea pada saat itu.

Dalam pemeriksaan, Pilatus tidak menemukan kesalahan pada diri Yesus. Pilatus berniat membebaskan Yesus. Ia meminta pendapat pemimpin agama Yahudi dan rakyatnya. Namun karena rakyat sudah dihasut oleh pemimpin agama Yahudi, rakyat tidak menghendaki Yesus dibebaskan. Yesus harus disalibkan. Justru Barabas, seorang pemberontak yang diminta untuk dibebaskan. Akhirnya, Pilatus menyerahkan Yesus kepada pemimpin agama dan rakyat Yahudi untuk dihukum salib.

Yesus Memanggul Salibnya ke Golgota

Setelah diadili, Yesus dibawa menuju Golgota dengan salib yang berat di pundaknya. Dalam perjalanan, para prajurit tak henti-hentinya menyiksa Yesus. Namun, juga ada beberapa orang yag mengikuti Yesus dalam jalan salibnya, seperti Maria ibu-Nya, Yohanes salah satu murid-Nya, Veronika, dan beberapa wanita-wanita. Setelah sampai di bukit Golgota pada tengah hari, Yesus disalibkan oleh para prajurit itu.

Yesus memanggul kayu salib yang begitu berat dengan tenaga dan pikiran yang sudah lelah. Salib yang dipanggul itu pulalah yang menjadi tempat untuk menggantung dengan memaku tangan dan kaki Yesus. Yesus tergantung di kayu salib kurang lebih tiga jam hingga wafat.

Yesus Wafat dan Dimakamkan

Kira-kira pukul 3 sore, Yesus wafat. Namun dalam kematian-Nya, Yesus mengalahkan kuasa iblis. Inilah iman umat Kristen: Yesus menderita dan wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkan umat manusia. Berkorban ialah wujud nyata dari kasih. “Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.(Yoh.15:13)

Yesus menyerahkan diri-Nya untuk keselamatan manusia. Salah seorang prajurit menombak lambung Yesus. Darah yang mengucur dari lambung Yesus merupakan darah Perjanjian Baru. Perjanjian Lama diikat dengan darah anak domba, sedangkan perjanjian baru diikat dengan darah Yesus.

Darah anak domba membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir, darah Yesus membebaskan orang dari perbudakan dosa. Darah Yesus ditumpahkan bagi para murid dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Dosa memutuskan manusia dari kasih karunia Allah (kematian kekal), tetapi pengampunan dosa oleh darah Yesus memulihkan kembali hubungan manusia dengan Allah (kehidupan kekal).

Pada petang harinya, Yesus dimakamkan menurut adat dan kebiasaan orang Yahudi. Dalan kebiasaan Yahudi, jenazah dibaringkan di dalam kubur dan  kubur ditutup dengan batu besar.

“Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh. 12: 24). Itulah yang dibuat oleh Yesus, Ia jatuh dan mati di salib hingga membuahkan penebusan dosa bagi umat manusia.

Dalam tradisi Gereja Katolik, pengenangan dari saat Yesus diadili sampai dimakamkan dilakukan dengan melakukan Doa Jalan Salib dan secara liturgis dilakukan dalam Perayaan Jumat Agung

Yesus Bangkit

Pada hari ketiga setelah Yesus wafat dan dimakamkan, peristiwa menggemparkan terjadi. Para murid tidak menemukan jenazah Yesus di kuburan. Kuburan Yesus kosong, dan kain lenan sudah terlipat dengan rapi. Tetapi mereka mendapat pemberitahuan dari malaikat bahwa Yesus telah bangkit. Yesus bangkit dengan tubuh-Nya yang mulia.

Kematian Yesus dipakai oleh para pemimpin bangsa Yahudi untuk menyatakan Yesus bersalah. Kebangkitan Yesus berarti bahwa apa yang diajarkan Yesus dan dilakukan Yesus dibenarkan Allah. Yesus disalahkan oleh para pemimpin agama Yahudi tetapi dibenarkan Allah.

Kebangkitan Yesus dalam Gereja Katolik dirayakan dalam Hari Raya Paskah. Paskah adalah kebenaran atas karya dan pangajaran Yesus selama di dunia. Sengsara dan kematian Yesus sudah dinyatakan sendiri artinya oleh Yesus.

Orang Yahudi juga merayakan Paskah. Mereka mengenal kurban Paskah, yakni dengan menyembelih anak domba dan mengoleskan darah anak domba itu pada tiang pintu rumah mereka masing-masing. Setiap tahun orang Yahudi merayakan Paskah dengan menyembelih anak domba. Darah anak domba itu menyatakan perjanjian bangsa Israel dengan Allah. Namun, bagi orang Kristen kurban itu sudah digenapi oleh kurban Yesus sendiri untuk selama-lamanya.


INTI IMAN KRISTEN

Sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus adalah inti iman semua orang Kristen. Sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus tidak hanya diperingati dalam Perayaan Trihari Paskah, tetapi juga dalam setiap kali Perayaan Ekaristi. Karena di dalam Ekaristi, kita merayakan kurban Yesus dan menyatukan dengan hidup kita. Oleh karena itu, kita diselamatkan.

Orang Katolik harus menghormati Ekaristi sebagai bentuk iman yang paling dalam, dengan mengikuti Perayaan Ekaristi dengan sepenuh hati dari awal hingga akhir dan memusatkan diri pada altar gereja dan imam. Jangan mengobrol, atau asyik bermain HP sendiri. Sikap itu berarti tidak menghargai kurban Yesus sendiri. Ayo, biasakan mengikuti Perayaan Ekaristi dengan baik.

 

 


Jangan lupa, kunjungi pula media sosial kami!
Youtube : SD Strada Van Lith 1
Facebook : SD Strada Van Lith 1
Instagram : sdstrada_vanlith1

 

 

 

Sebarkan artikel ini