Halaman Utama

Judul sebelumnya :

  • Yesus Mengajarkan Pengampunan dan Memanggil Orang Berdosa

 

Situasi Masyarakat Zaman Yesus
Orang-orang Yahudi tidak mau bergaul dengan orang yang dianggap berdosa. Orang yang dianggap berdosa pada masa itu contohnya : pemungut cukai, orang Samaria, orang sakit kusta perempuan jalanan. Orang bersalah (berdosa) cenderung dijauhi orang lain dan tidak dianggap sekalipun sudah bertobat.

Masyarakat banyak menaruh perasaan curiga pada orang yang pernah melakukan kesalahan. Orang yang bersalah (berdosa) kurang merasa diterima sebagai anggota masyarakat. Orang berdosa harus dihukum supaya bertobat.

Misi Yesus
Memiliki misi menyelamatkan manusia, memanggil orang yang berdosa agar bertobat. Cara yang digunakan Yesus untuk menyelamatkan manusia berdosa bermacam-macam. Salah satu hal yang diajarkan Yesus adalah bahwa orang berdosa harus diperhatikan bukan dijauhi

 

Maria Magdalena Memperoleh Pengampunan 

Yohanes 8 : 2-11
Pagi-pagi benar Yesus berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Dalam sebuah peristiwa, Yesus dihadapkan pada pilihan untuk melaksanakan hukum atau mengampuni. Tetapi ini jebakan untuk Yesus dari orang-orang Farisi, keduanya sama-sama penting.Yesus memiliki cara untuk mengatasi jebakan itu.

Dua pilihan terkadang terlihat sama-sama baik. Yesus diminta untuk menentukan : melaksanakan hukum Musa atau mengampuni perempuan berdosa. Yesus mengatakan bahwa barangsiapa yang tidak berdosa, hendaklah dia yang pertama kali menghukum perempuan berdosa ini. Yesus mengajarkan bahwa pengampunan tidak dapat dibenturkan oleh peraturan. Pengampunan berasal dari hati setiap manusia.Yesus juga menyadarkan bahwa semua manusia pasti pernah berdosa. Oleh karena itu, tidak ada yang berani menghukum perempuan itu.

Dalam tradisi Katolik, perempuan yang diampuni Yesus itu bernama Maria dari Magdala atau Maria Magdalena. Maria Magdalena lalu bertobat dan selalu mengikuti Yesus dalam karya-Nya, bahkan sampai wafat dan kebangkitan-Nya.

Secara tidak langsung Yesus menegaskan bahwa pengampunan lebih utama daripada peraturan. Mengampuni berarti menghapus dan menghilangkan kesalahan mereka dari ingatan dan batin kita. Mengampuni bukan hal yang mudah. Terkadang kita mendengar orang yang main hakim sendiri atau membalas dendam kesalahan orang lain. Jangan bertindak demikian, biarlah orang yang memahami hukum (aparat penegak hukum) yang menangani masalah pelanggaran dalam masyarakat.

Mengampuni bukan berarti membiarkan orang melakukan kesalahan. Justru dengan diampuni orang akan tergerak hatinya untuk menyadari kesalahannya dan bertobat.

 

Yesus Mengajarkan Kita Untuk Mengasihi Musuh

Matius 5 : 38-48
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Sabda Yesus pada teks ini mengajar kita untuk bertindak lebih unggul, salah satunya dengan mengampuni. Mengasihi orang yang baik itu sudah hal biasa, tetapi ketika kita dapat mengasihi orang yang pernah berbuat jahat itu luar biasa. Lakukan hal-hal yang unggul, lebih dari yang biasa orang lain lakukan.

 

Zakeus Bertobat Setelah Berjumpa Yesus

Lukas 19 : 1-10
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Pemungut pajak adalah orang yang bekerja pada pemerintah Romawi yang menjajah daerah Israel waktu. Pemungut pajak sering menaikkan tarif pajak untuk kepentingan sendiri. Masyarakat pada zaman Yesus mengenal kecurangan pemungut pajak dan menganggap mereka sebagai orang berdosa. Pemungut pajak tidak banyak teman

Pertemuan dengan Yesus menyentuh hati Zakheus, merasa dikasihi. Zakheus bertobat. Berjanji akan mengembalikan uang yang diperas dari warga

Salah satu misi Yesus di dunia adalah menyelamatkan manusia yang berdosa. Orang berdosa sering dikucilkan dalam masyarakat. Pengucilan tidak akan membawa kepada
kesadaran untuk bertobat. Yesus mengajarkan tetap mengasihi orang yang berdosa. Kasih dan perhatian akan menggerakkan hati seseorang berdosa untuk bertobat.

Hukum itu penting, tetapi yang lebih penting adalah kasih.

 

 

Sebarkan artikel ini