Halaman Utama

Judul sebelumnya :

  • Yesus Mengajarkan Supaya Mengandalkan Allah (Yesus Berpuasa di Padang Gurun)

 

Sebelum melakukan karya pewartaan Kabar Baik ke berbagai kota dan desa, Yesus berpuasa di padang gurun selama 40 hari lamanya. Berpuasa merupakan bentuk persiapan dan penyerahan diri kepada Allah. Dalam hal ini Yesus mengajarkan kepada kita untuk selalu memiliki persiapan sebelum melakukan sesuatu tugas atau pekerjaan.

Dalam situasi saat ini kita, bisa lakukan dengan berdoa. Seperti ajaran Yesus yang berpuasa di padang gurun yang sepi, berdoa juga harus kita lakukan dengan suasana hati tenang serta dengan sikap penyerahan diri kepada Allah (“Aku ini hamba Tuhan”; seperti ajaran, Bunda Maria pada materi sebelumnya).

Puasa merupakan laku rohani yang perlu kita latih sejak dini. Orang Katolik memiliki kebiasaan berpuasa pada Masa Prapaskah selama 40 hari. Puasa pada masa tersebut dilakukan wajib pada hari Rabu Abu, dan setiap Jumat. Di hari lain, Gereja Katolik tidak mewajibkan berpuasa, namun tidak salah untuk kita lalukan. Gereja Katolik mengajarkan kesadaran rohani untuk melakukan kegiatan ibadah yang berasal dari hati nurani masing-masing dan kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam mempersiapkan aktivitas kita sehari-hari, perlu kita berdoa. Contohnya : doa bangun tidur sebelum beranjak dari kamar. Dengan berdoa, kita menyerahkan segala sesuatu yang terjadi hari ini kepada kehendak Tuhan. Berat memang, terkadang malas, masih terasa mengantuk, ataupun sudah terburu-buru dengan persiapan berangkat sekolah.

Dalam berpuasa di padang gurun pun, Yesus juga dicobai iblis. Namun Yesus, dengan tegas menolak semua godaan itu. Yesus mengajarkan kepada kita supaya jangan kita tergoda dengan bujukan iblis, tetapi menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Ingat, iblis selalu berusaha menggoda untuk menjauhkan kita dari kasih Allah.

Godaan 1 : Mengubah Batu Menjadi Roti

Ketika Yesus lapar, iblis menawari cara yang enak dan cepat, yaitu mengubah batu menjadi roti. Yesus adalah Putra Allah, Ia pasti dapat melakukan hal itu. Namun Yesus menolak. Ia bersabda : “Manusia hidup bukan dari roti saja.”

Yesus mengajarkan bahwa manusia tidak terdiri dari jasmani saja. Manusia terdiri dari jasmani dan rohani. “Makanan” jasmani, memang dengan dengan roti, nasi, lauk pauk, dan sebagainya. Tetapi “makanan” rohani adalah Firman Tuhan. Tuhan dapat melalui berfirman kepada kita melalui Alkitab, atau melalui hati nurani kita yang selalu dekat dengan Allah.

Sabda Yesus pada bagian ini juga mengajarkan kita untuk tidak menuruti keinginan jasmani secara berlebihan, misalnya : makan makanan berlebihan dan membeli pakaian dan hal-hal mewah lainnya dengan tujuan kepuasan diri. Yesus juga mengajak kita untuk selalu rajin membaca Alkitab dan berdoa.

Godaan 2 : Kemegahan Kerajaan Dunia

Yesus dibawa ke tempat yang tinggi, iblis menunjukkan segala kemegahan kerajaan dunia. Yesus akan menerika kekuasaan itu jika menyembah iblis. Yesus menolak dengan menjawab : “Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”

Setiap orang pasti ingin sukses dan berkecukupan. Bahkan kita juga mengetahui banyak orang ingin menjadi kaya dan berkuasa, sehingga melakukan kejahatan untuk mendapatkan hal itu, seperti mencuri, berbohong, korupsi, terlalu fokus kerja dan melupakan Tuhan. Hal ini bisa disebut kita “menyembah” Iblis karena kita mengikuti keinginan iblis.

Sabda Yesus ini juga mengajarkan kita bahwa untuk meraih kesuksesan kita, kita harus selalu berjalan bersama Allah, dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang berkenan kepada-Nya.

Godaan 3 : Menjatuhkan Diri dari Puncak Bait Allah

Yesus dibawa iblis ke Yerusalem dan ditempatkan di puncak Bait Allah. Yesus diminta menjatuhkan diri ke bawah, supaya para malaikat turun dan menahan-Nya supaya tidak terbentur batu. Orang-orang yang melihat pasti akan mengagumi hal itu. Yesus, menjawab; “Jangan mencobai Tuhan, Allahmu”

Kita pasti punya keinginan menjadi orang yang sukses dan dikagumi banyak orang. Tak jarang kadang kita menuntut Tuhan untuk “memuaskan” keinginan kita itu. Itu artinya mencobai Tuhan.

Zaman sekarang sepertinya kita sudah akrab dengan yang namanya : like, follower, subscriber. Kita dikenal banyak orang melalui media sosial. Dikenal banyak orang itu tidak salah, namun menjadi salah jika kita menuntut Allah supaya Allah menuruti kemauan kita, sehingga kita menjadi sombong.

Pada bagian ini Yesus mengajarkan untuk tidak menuntut berlebihan kepada Tuhan untuk kepuasan diri kita. Kita harus belajar untuk menyadari bahwa Allah akan memberikan hal-hal yang kita inginkan jika sesuai dengan kehendak-Nya.

***

Dari keseluruhan bacaan di atas, Yesus mengajar kita untuk belajar berlatih agar tidak mudah menuruti kesenangan diri. Kita harus melatih diri menolak semua kejahatan yang terkadang ditawarkan oleh iblis dalam bentuk kesenangan. Ingat, iblis tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia supaya manusia memutuskan diri dari kasih karunia Allah. Iblis selalu mencari celah kelemahan manusia. Kita dapat melatih hal itu dengan cara rajin berdoa, berpuasa, dan berbagai macam kegiatan ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah.

Nah, anak-anak, mulai sekarang ayo kita semakin rajin berdoa setiap waktu dan memiliki kebiasaan berpuasa sebagai bentuk bahwa kita mengandalkan Allah dan usaha untuk selalu menolak berbagai macam godaan iblis yang licik itu.

 

 

Sebarkan artikel ini