Kita sudah belajar tentang manfaat dan peran siklus air dalam kehidupan di bumi kita dalam materi. Hal ini memberikan konsekuensi bagi kita untuk dapat memelihara dan menjaga siklus air agar tetap selalu memnberikan manfaat yang baik. Berikut ini beberara contoh pemanfaatan dan pemeliharaan siklus air yang dilakukan baik oleh pihak pemerintah, swasta, maupun secara pribadi oleh kita masing-masing.

Baca juga :  Manfaat Siklus Air bagi Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

Usaha yang Dilakukan Individu dan Masyarakat

1.   Bijak menggunakan air

Air merupakan salah satu kebutuhan paling utama manusia, Air dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Namun, karena air diperoleh dari siklus air, kita perlu memanfaatkannya secara bijak. Penggunaan air yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan siklus air. Cara-cara yang dapat kita lakukan adalah :

  • Menutup kran air saat tidak digunakan
  • Membatasi penggunaan air saat digunakan untuk mandi, mencuci pakaian dan perlengkapan lainnya.

 

2.   Pengelolaan sampah dan limbah 

Sampah dan limbah menjadi “beban” terbesar bagi bumi kita. Di Indonesia saja, ribuan ton sampah dihasilkan setiap harinya. Begitu juga limbah-limbah cair seperti pewarna tekstil, dan oli kendaraan, banyak yang langsung dibuang ke aliran sungai.

Ketika sampah dan limbah menumpuk pada sungai, aliran air akan terhambat. Hal ini akan membuat pengendapan dan pendangkalan sungai. Air sungai menjadi semakin tercemar. Akibatnya banyak hewan air yang mati karena hidup di sungai yang tercemar oleh sampah dan limbah.

Oleh karena itu, perlu pengelolaan sampah dan limbah secara tepat agar tidak mencemari aliran air seperti sungai. Cara-cara yang capat dilakukan antara lain :

  • Membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan sterofoam,
  • Membiasakan penggunaan kantong belanja yang digunakan berkali-kali.
  • Mendaur ulang plastik menjadi barang yang lebih berguna, seperti tas, vas bunga, hiasan dinding, dan lain-lain.
  • Memilah sampah dan menempatkannya pada tempat sampah secara tepat
  • Mengendapkan limbah-limbah cair pada bak penampungan

 

Pengolahan limbah cair

 

3.   Melakukan penghijauan (reboisasi)

Reboisasi merupakan usaha penanaman kembali lahan-lahan gundul dengan tanaman pohon kayu. Tanaman pohon kayu mampu menyimpan dan menjaga kualitas air tanah. Dengan adanya pepopohan yang cukup, air tidak mudah menguap ke udara. Air tanah dapat dijaga dengan baik oleh akar-akar pohon. Hal ini mencegah terjadinya kekeringan pada musim kemarau.

Kita secara pribadi juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan reboisasi. Kegiatan reboisasi sering dilakukan oleh organisasi-organisasi peduli lingkungan, seperti Lindungi Hutan, Kebun Kumara, dan Greenpeace Indonesia serta aktif dalam berbagai program kegiatan yang diselenggarakan.

4.   Bergotong royong membersihkan sungai

Aliran sungai perlu kita perhatikan supaya selalu bersih. Sungai yang bersih banyak bermanfaat untuk warga yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, gotong royong membersihkan aliran sungai perlu dibiasakan oleh warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.

5.   Membatasi pengecoran halaman rumah dengan semen

Perhatikan gambar berikut ini!

Sering kali kita temukan halaman yang dicor semen seperti ini. Salah satunya alasannya supaya halaman tidak becek saat terjadi hujan dan mempermudah perawatan halaman. Namun, cara tersebut mengganggu infiltrasi air. Air tidak dapat meresap ke dalam tanah di bawah cor semen tersebut.

Ada cara yang bijak untuk mengantisipasi halaman agar tidak becek saat hujan misalnya dengan pemasangan paving block, sehingga air tetap dapat meresap melalui celah-celah batu paving. Selain itu bisa menggunakan batu-batu berukuran lebih besar dan pemasangan biopori.

Paving block dengan sebuah biopori

Halaman yang dilapisi batu-batu ukuran sedang bisa mengatasi becek saat terjadi hujan, namun tetap dapat meresapkan ke dalam tanah.

Usaha yang Dilakukan Pihak Pemerintah dan Usaha Swasta

1.   Membuat bendungan dan jaringan irigasi 

Salah satu fungsi bendungan adalah untuk menyediakan air untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya. Air dibendung agar dapat menampung lebih banyak air. Air tersebut kemudian disalurkan ke lahan-lahan pertanian melalui jaringan irigasi untuk memenuhi kebutuhan air tanaman-tanaman pertanian seperti padi, jagung, kedelai, dan lain-lain. Dengan demikian kebutuhan tanaman akan air akan terpenuhi sehingga menghasilkan panen sesuai yang diharapkan.

Supaya jaringan irigasi bermanfaat dengan baik, perlu kebiasaan baik dalam menjaga kebersihannya dengan cara membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengolahan limbah secara tepat sehingga tidak merusak saluran irigasi.

2.  Mencegah terjadinya hujan asam 

Hujan asam merupakan sejenis hujan pada umumnya, akan tetapi memiliki tingkat keasaman yang berbeda jika dibandingkan dengan hujan pada umumnya. Hujan asam dapat terjadi oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satu adalah pencemaran udara. Saat evaporasi melalui udara yang tercemar karbon dioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida dan hidrogen sulfur. Akan mengikat unsur tersebut membentuk uap air yang asam. Sehingga ketika air turun kembali dalam keadaan asam.

Hujan asam dapat mengganggu kesehatan makhluk hidup dan ekosistem secara umum, misalnya kematian ikan secara mendadak karena kadar keasaman air berubah dalam waktu yang singkat.

Hujan asam dapat dicegah dengan mengurangi polusi udara melalui sikap bijak dalam menggunakan bahan bakar fosil dan belerang, melakukan reboisasi untuk memperbanyak populasi tanaman yang dapat menetralkan polusi udara, serta membiasakan mengolah sampah secara tepat. Pemerintah dapat membatasi izin terhadap pabrik-pabrik yang berpotensi mencemari udara secara berlebihan.

3.   Membuat hujan buatan 

Hujan buatan merupakan salah satu contoh modifikasi cuaca yang dapat dilakukan manusia saat ini. Pada musim kemarau, banyak lahan menjadi kering karena curah hujan yang sedikit. Hal ini sering mengakibatkan kekeringan yang berdampak terhadap banyak hal seperti kebutuhan air manusia, dan pertanian. Di Sumatera dan Kalimantan yang memiliki lahan gambut sangat rawan dengan kebakaran hutan pada musim kemarau.

Hujan buatan dilakukan dengan menaburkan garam pada awan tertentu dengan menggunakan pesawat. Proses tersebut diawali dengan pemantauan awan dengan menggunakan alat seperti radar cuaca. Selain itu, ada pula orang-orang yang di tempatkan di beberapa daerah untuk memantau awan. Jika awan sudah terbentuk, selanjutnya garam disiapkan, untuk kemudian diterbangkan dengan pesawat khusus. Selanjutnya, garam disemai di awan. Garam tersebut memiliki standar khusus, di antaranya harus memiliki tingkat kekeringan dan kehalusan yang sesuai.Garam akan mempercepat proses kejenuhan awan. Jika awan yang terbentuk cukup banyak, maka akan menjadi hujan dalam hitungan puluhan menit hingga beberapa jam setelah itu.

4.   Normalisasi sungai

Normalisasi sungai merupakan cara yang digunakan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai aliran air. Di kota-kota besar banyak tepian sungai yang didirikan bangunan sehingga mempersempit aliran sungai. Ditambah dengan sampah yang dihasilkan warga setiap hari yang dibuang ke sungai membuat sungai menjadi kotor dan mengalami pendangkalan. Kondisi seperti ini akan memicu terjadinya banjir saat curah hujan tinggi dan adanya kiriman air dari hulu.

Normalisasi sungai dapat dilakukan dengan cara penertiban bangunan-bangunan yang berdiri di sekitar sungai, melebarkan aliran sungai, mengeruk endapan sungai dan membersihkan sampah yang terdapat di sungai.

5.   Membangun lebih banyak lahan terbuka hijau 

Di daerah perkotaan perlu sekali dibangun lahan terbuka hijau seperti taman kota untuk memperlancar proses infiltrasi air. Selain itu pohon juga mampu mempertahankan kualitas air tanah.

6.   Membatasi pembuatan sumur bor air tanah

Sumur bor sangat bermanfaat untuk mengangkat air tanah ke permukaan dengan tujuan berbagai kebutuhan manusia. Hal ini banyak kita temui di kota-kota besar seperti Jakarta. Pengembang perumahan seperti apartemen banyak menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan warganya.

Namun, pembuatan sumur bor memiliki dampak yang buruk. Air tanah merupakan salah satu unsur peyangga tanah. Air yang mengisi rongga-rongga di bawah permukaan tanah menahan laju penurunan permukaan tanah.

Apabila air tanah disedot secara berlebihan, maka rongga-rongga dalam tanah tersebut akan menjadi kosong. Hal ini akan membuat tanah menjadi turun, karena tidak adanya air yang dapat menyangga lapisan tanah di atasnya. Kota Jakarta – misalnya, mengalami laju penurunan tanah yang besar. Bahkan, sebuah riset yang dilakukan oleh tim peneliti geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), menunjukkan bahwa Jakarta Utara mengalami penurunan permukaan tanah dengan kedalaman mencapai 25 cm setiap tahunnya.

Oleh karena itu, setiap pihak perlu mempertimbangkan pembuatan sumur bor dengan bijak. Pemerintah juga perlu membatasi pembuatan sumur bor dan memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan kecurangan. Terlebih, kita sebagai pengguna air tanah, harus bijak dalam pemakaiannya untuk keperluan sehari-hari.

 


Jangan lupa, kunjungi pula media sosial kami!
Youtube : SD Strada Van Lith 1
Facebook : SD Strada Van Lith 1
Instagram : sdstrada_vanlith1

 

Sebarkan artikel ini