Kembali ke : Halaman Utama

3.4.1. Membina Kerukunan dalam Keluarga

Manusia merupakan makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain misalnya dengan orang tua dan seluruh keluarga inti kita. Seorang anak pasti membutuhkan orang tua untuk melindungi dan merawat dirinya. Begitupun sebaliknya. Semua membutuhkan kerja sama yang baik.

Kerja sama adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih mudah. Tujuan dari adanya kerjasama adalah mampu meringankan pekerjaan, menumbuhkan rasa persaudaraan dan mempercepat selesainya suatu pekerjaan.

Pekerjaan dalam keluarga dapat diselesaikan dengan baik apabila :

  1. Adanya komunikasi yang baik dengan pembagian tugas yang jelas
  2. Rasa tanggung jawab setiap anggota keluarga untuk melaksanakan tugas
  3. Rasa peduli kepada orang lain yang membutuhkan bantuan.
  4. Diselesaikan dengan bersama-sama. Jika ada yang belum menyelesaikan tugas perlu dibantu

Kerja sama yang baik yang dilakukan di lingkungan rumah bisa menjadi sesuatu cermin bahwa keluarga tersebut merupakan keluarga yang damai, rukun dan tentunya harmonis. Pada keluarga harmonis , setiap anggota keluarga saling membantu , menghormati, menghargai dan juga saling mempercayai satu sama lain. Apabila kondisi seperti ini berhasil tercipta sebuah keluarga tentu akan menjadi hangat semua anggota keluarga pasti merasa aman dan Bahagia.

Contoh prilaku dalam keluarga yang menunjukkan persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan adalah:

  1. Bergotong-royong membersihkan rumah
  2. Bekerja sama merawat tanaman
  3. Makan bersama keluarga
  4. Membantu ibu menyiapkan makanan
  5. Tamasya bersama keluarga

 

3.4.2. Manfaat Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Sekolah

Kegiatan gotong royong membersihkan ruang belajar merupakan salah satu bentuk kerukunan di sekolah. Sekolah merupakan tempat belajar dimana siswa-siswinya terdiri dari berbagai latar belakang keluarga, suku dan agama. Akan tetapi meskipun ada  berbagai perbedaan di kalangan siswa, namun kerukunan harus tetap ditegakkan. Toleransi dan saling membantu di antara warga belajar harus selalu ditumbuhkan.

Hidup rukun di sekolah memang sangat penting karena sebagai makhluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri, kita membutuhkan bantuan dan pertolongan orang lain. Apabila kita tidak rukun, maka pemenuhan kebutuhan kita tentu akan terhambat juga.

Manfaat persatuan dan kesatuan  di sekolah antara lain:

  1. Menghindari perselisihan

Kerukunan di sekolah dapat meningkatkan komunikasi yang baik di antara warga sekolah. Dengan komunikasi yang baik perbedaan pendapat dapat disatukan, kesalahpahaman dapat dihindari dan perselisihan di antara warga sekolah dapat dicegah.

  1. Menciptakan suasana yang nyaman

Menjaga persatuan dan kesatuan di sekolah akan memberikan rasa nyaman bagi semua warga sekolah. Rasa nyaman ini akan membuat suasana belajar yang menyenangkan.

  1. Keadaan lebih aman dan tenteram

Hidup dengan menjaga persatuan dan kesatuan di sekolah akan memberikan rasa aman dan tentram bagi semua warga sekolah. Tidak ada perselisihan, percekcokan ataupun pertengkaran yang dapat mengganggu atau mengusik ketenangan suasana belajar. Hubungan baik yang selalu terjaga di antara warga sekolah memberikan dampak yang sangat positif di dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Mempererat tali persahabatan

Persatuan dan kesatuan juga membantu memperkokoh hubungan atau ikatan persahabatan di atara seluruh warga sekolah. Ikatan persahabatan ini akan semakin menumbuhkan keinginan untuk saling membantu satu sama lain.

  1. Memiliki banyak teman

Menjaga persatuan dan kesatuan juga membuat kita memiliki banyak teman. Persatuan dan kesatuan menciptakan suasana keakraban dengan siapapun, sehingga kita akan mudah memiliki teman. Persatuan dan kesatuan mencerminkan adanya saling pengertian yang dapat menciptakan perdamaian, persaudaraan dan persahabatan.

 

3.4.3. Contoh Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Sekolah
  1. Saling membantu

Ada kalanya teman-teman di sekolah tidak memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Membantu memberikan penjelasan kepada teman yang kesulitan memahami materi merupakan salah satu contoh menjaga persatuan dan kesatuan di sekolah. Saling membantu juga dapat diwujudkan ketika ada teman yang lupa membaca alat tulis, jika kita memiliki alat tulis lebih, kita dapat meminjamkannya kepada teman.

  1. Menghindari pertengkaran

Perbedaan pendapat merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan seringkali terjadi dalam pergaulan di masyarakat. Akan tetapi perlu dijaga agar perbedaan pendapat tersebut tidak menimbulkan pertentangan, pertengkaran, atau peselisihan yang berkepanjangan. Harus ada sikap saling menghargai dan mau menerima perbedaan serta mengambil jalan atau keputusan yang terbaik sebagai sebuah kesepakatan bersama.

  1. Saling memberikan perhatian

Sikap ini merupakan cerminan hidup rukun, rasa empati, perhatian dan solidaritas antar teman di sekolah. Misalnya: dengan menjenguk teman yang sakit, menghibut teman yang sedang berduka, memberi bantuan kepada teman yang dilanda musibah, ikut berduka cita jika ada teman yang kehilangan keluarganya karena kematian dan lain-lain.

  1. Menghormati perbedaan

Sekolah terdiri dari warganya yang berbeda-beda karakter, latar belakang sosial ekonomi, suku bangsa ataupun agama. Saling menghormati diatara warga sekolah, hormat dan patuh pada guru merupakan salah satu bentuk kerukunan di sekolah. Semua warga sekolah menghargai perbedaan pendapat dan pandangan dan selalu dapat bekerjasama.

  1. Belajar bersama

Belajar bersama merupakan salah satu bentuk kerukunan di sekolah. Siswa dapat membentuk kelompok untuk belajar bersama dan mengerjakan tugas bersama. Di dalam kelompok, siswa dapat saling membantu satu sama lain sehingga kompetensi yang dipelajari dapat dipahami.

 

Contoh perilaku yang tidak menjaga persatuan dan kesatuan di sekolah :

  1. Tidak menghargai teman yang berbeda suku, agama atau latar belakang ekonomi
  2. Tidak mau bekerjasama, tidak mau belajar bersama, selalu menyendiri
  3. Egois, hanya memikirkan diri sendiri, bekerja hanya untuk diri sendiri
  4. Sombong dan tidak peduli keadaan teman

Perilaku tersebut akan mengakibatkan munculnya perselisihan, percekcokan dan perpecahan di sekolah.

 

3.4.4. Hidup Rukun dalam Masyarakat

Hidup rukun merupakan salah satu bentuk dari menjunjung nilai persatuan dan kesatuan. Hidup rukun adalah hidup dengan saling menghormati, menghargai, dan saling menyayangi satu sama lain meski memiliki perbedaan.

Bangsa Indonesia memiliki banyak keragaman, mulai dari keragaman suku, budaya, bahasa, dan banyak yang lainnya.

Keberagaman bangsa ini bukan berarti membuat masyarakat Indonesia terpecah belah, namun memperkuat persatuan dan kesatuan. Salah satu bentuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah hidup rukun.

Beberapa manfaat persatuan dan kesatuan dalam masyarakat, yaitu:

  1. Menciptakan keharmonisan antar satu orang dengan orang lainnya
  2. Mencegah terjadinya konflik dan perselisihan
  3. Menjaga lingkungan yang aman dan tentram
  4. Mempererat persaudaraan antar masyarakat
  5. Menciptakan kerukunan dan kehidupan yang tenang

 

Contoh perilaku hidup rukun, antara lain ;

  1. Menjaga hubungan baik satu sama lain
  2. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain
  3. Saling membantu bila ada yang kesusahan
  4. Menerapkan sikap toleransi terhadap perbedaan
  5. Saling memaafkan bila ada yang melakukan kesalahan
  6. Tidak membeda-bedakan satu sama lain

Contoh kegiatan masyarakat yang membangun kerukunan, antara lain

  1. Kerjabakti dan gotong royong
  2. menghormati antar umat beragama yang beribadah
  3. saling menyapa
  4. Musyawarah
  5. Bermain Bersama
  6. Siskamling / ronda malam
  7. Melakukan bakti sosial

Keberagaman suku bangsa dan budaya tidak membuat bangsa Indonesia terpecah belah. Terbukti bangsa Indonesia tetap rukun dan bersatu. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Walaupun kita terdiri atas berbagai suku yang beraneka ragam budaya daerah, namun kita tetap satu bangsa Indonesia. Kita memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa Indonesia dan tanah air Indonesia. Bendera kebangsaan kita merah putih sebagai lambang identitas bangsa. Kita bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara Pancasila.

Sikap-sikap yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan perlu ditingkatkan. Jika masyarakat bersatu, segala ancaman terhadap keutuhan NKRI akan dapat diatasi baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Ancaman dari dalam contohnya: Gerakan Aceh Merdeka di Aceh dan gerakan Organisasi Papua Merdeka di Papua merupakan gerakan masyarakat yang ingin memisahkan diri dari NKRI pada masa Orde Baru (1966).

Ancaman dari luar contohnya budaya dari negara lain yang negatif serta tidak sesuai dengan Pancasila, pelanggaran wilayah (memasuki wilayah Indonesia tanpa ijin), sabotase (merusak obyek vital nasional), keimigrasian gelap (orang asing yang masuk Indonesia tanpa dokumen resmi), kejahatan lintas negara (penyelundupan senjata), gangguan keamanan laut (penangkapan ikan ilegal, pembajakan), gangguan keamanan udara (pelanggaran pesawat yang memasuki wilayah udara Indonesia).

Memperkuat persatuan dan kesatuan juga perlu dilakukan dalam mengelola sumber daya alam dan hasil bumi. Setiap daerah bekerja sama dan saling mengisi untuk mengelola sumber daya dan hasil bumi. Kemakmuran masyarakat tidak hanya untuk masyarakat daerah tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Pengelolaan sumber daya alam dan hasil bumi dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jika pengelolaan sumber daya alam tidak mengutamakan persatuan dan kesatuan timbul ketidakadilan, menguntungkan salah satu pihak sehingga akan terjadi perpecahan.

Sistem Subak (pengaturan air oleh petani di Bali) tidak hanya memperhatikan sistem irigasi untuk mengairi sawah, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang ditunjukkan masyarakat Bali melalui sistem subak bermanfaat bagi rakyat Indonesia, dengan adanya hal tersebut berhasil meraih perhatian dunia. Subak diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Pengakuan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

Sikap tidak menjaga persatuan antara lain:

  1. Mementingkan kebutuhan individu
  2. Mempertajam persaingan
  3. Melanggar aturan
  4. Tidak bersikap ramah kepada siapapun
  5. Membeda-bedakan status ekonomi dalam pergaulan

 

Akibat sikap tidak menjaga persatuan antara lain:

  1. Timbul keresahan
  2. Pekerjaan terasa berat sebab dikerjakan sendiri
  3. Di jauhi teman
  4. Pembangunan terhambat
  5. Mudah dijajah bangsa lain

Jangan lupa, kunjungi pula media sosial kami!
Youtube : SD Strada Van Lith 1
Facebook : SD Strada Van Lith 1
Instagram : sdstrada_vanlith1

Sebarkan artikel ini