Baca juga : Halaman Utama

Sumber-sumber Primer Kalor

Kalor atau panas memiliki asal. Hal ini berarti ada sumber yang menghasilkan panas. Sumber kalor sangat banyak, tergantung dari situasi kita. Misalnya the hangat yang sering kita nikmati saat pagi hari juga merupakan sumber panas. Tetapi, teh panas bukanlah sumber primer. Panas dari teh hangat berasal dari air yang dimasak menggunakan api, atau kompor listrik, atau dispenser air minum. Dengan demikian sumber primer panasnya adalah nyala api atau aliran listrik.

Pada kesempatan ini kita hanya akan membahas sumber-sumber primer kalor saja. Apa saja itu?

Matahari
Matahari adalah bola api raksasa yang menjadi pusat di tata surya kita. Matahari merupakan reaksi nuklir yang memancarkan panas. Panas pada permukaan matahari sekitar 6.000 derajat Celsius. Panas matahari sampai ke Bumi yang berjarak 150,4 miliar meter dari Bumi.

Nyala api
Api merupakan sumber kalor yang sudah digunakan sejak jaman dahulu. Api merupakan reaksi kimia antara benda dengan oksigen dan hidrogen. Api dapat digunakan dalam berbagai keperluan, terutama untuk memasak dan penerangan pada masa lampau. Saat ini penggunaan panas dari nyala api sudah mulai berkurang, terutama di kota-kota besar banyak yang beralih menggunaan listrik.

Aliran listrik
Listrik merupakan salah satu energi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Penggunaan listrik telah mempermudah aktivitas kita. Aliran listrik dapat diubah menjadi energi panas dalam benda-benda perlengkapan sehari-hari, seperti setrika, kompor listrik, solder, microwave, dan lain-lain.

Metabolisme tubuh
Tubuh kita membutuhkan energi untuk beraktivitas. Untuk mendapatkan energi, dibutuhkan “bahan bakar”, misalnya karbohidrat dan lemak. Zat gizi tersebut “dibakar” di dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Hal ini disebut metabolisme tubuh.

Metabolisme merupakan sebuah reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh guna mencerna, menyerap, dan mengasimilasi makanan untuk diubah menjadi energi. Inilah yang membuat tubuh kita memiliki panas. Contohnya saat kita menggenggam es batu di dalam tangan kita, lama kelamaan, es tersebut akan mencair.

Aktivitas tektonik dan vulkanik
Aktivitas tektonik adalah pergerakan lempeng bumi. Pada dasarnya kerak bumi terdiri dari lempeng-lempeng yang saling susun menyusun dan bergerak satu sama lain. Akibatnya hal ini sering terjadi gempa.

Di dalam perut bumi terdapat magma yang merupakan batuan cair yang panas. Magma memiliki tekanan yang cukup tinggi sehingga memicu aktivitas gunung berapa atau vulkanik. Banyak gunung terletak di area tumbukan lempeng-lempeng bumi. Sehingga membentuk banyak gunung api.

Aktivitas tektonik dan vulkanik memunculkan panas bumi yang biasanya banyak terdapat di dekat gunung berapi. Panas bumi juga dapat muncul dari kawah puncak gunung berapi

Sifat-sifat Kalor

Kalor dapat berpindah
Kalor merupakan energi. Salah satu kemampuan energi adalah dapat mengalir atau berpindah. Contohnya : Saat menyetrika pakaian dan mengangkat setrikanya, kita dapat merasakan pakaian terasa panas, atau saat kita memanggang jagung bakar, kita dapat merasakan panasnya bara api.

Kalor dapat meningkatkan suhu
Bila kita memasak air di dalam panci, kita akan melihat perlahan-lahan air akan semakin panas. Hal ini terjadi karena kalor bersifat meningkatkan suhu. Semakin banyak kalor yang diterima suatu benda, semakin tinggi pula suhu benda tersebut.

Kalor dapat mengubah bentuk benda
Pernahkah kamu menuangkan air mendidih dalam gelas plastik yang tipis. Apa akibatnya? Ya, gelas plastik itu akan meleyot karena tidak mampu menahan suhu panas yang diterima dari air. Hal ini membuat bentuk gelas plastik berubah.

Kalor dapat mengubah wujud benda
Saat hari panas, segarnya bila kita minum es jeruk. Perasan air jeruk yang kita seduh menggunakan air hangat, kita tambahkan es batu. Lama kelamaan es batu tersebut akan mencair. Hal ini karena es batu menerima kalor dari air hangat.

Kalor dapat mengubah ukuran benda
Saat matahari bersinar terik, kita akan melihat kawat kabel listrik melengkung lebih rendah dibandingkan saat malam hari. Hal ini karena kawat kabel mengalami penambahan ukuran. Panas dapat mengubah ukuran benda. Penambahan ukuran pada benda yang menerima kalor ini dinamakan pemuaian.

Setiap benda memiliki kerapatan partikel yang berbeda-beda. Walaupun sama-sama benda padat, misalnya besi dan kaca terdapat perbedaan kerapatan. Ketika mendapatkan kalor, kerapatan partikel benda menjadi menurun. Kerapatan menurun artinya meningkatkan volume benda, walaupun berat benda tidak berubah. Dengan demikian partikel penyusun benda menjadi “lebih ringan”. Hal ini disebut dengan berat jenis.

 

 

Sebarkan artikel ini