Baca juga : Halaman Utama

Setiap pola lantai memiliki makna untuk memperjelas maksud dari penampilan tari. Apa saja contoh-contohnya, mari kita bahas!

Tari Saman merupakan tari yang menggunakan pola lantai bersaf. Tari ini memiliki makna hubungan pada Tuhan yang berisi kekuatan dan ketegasan dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan, rasa kebersamaan dan kompak, serta perilaku sopan santun.

Tari Saman dari Aceh

Tari Baris Cengkedan merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai berbanjar di mana menjelaskan tentang gambaran pahlawan Bali yang menampilkan kegagahan dan kekompakan dalam perjalanan ke medan perang.

Tari Baris Cengkedan dari Bali

Tari Sekapur Sirih merupakan jenis tari yang menggunakan pola menyerong dan membentuk sudut terbuka. Tarian ini memberikan makna menunjukkan keterbukaan dan kesuciannya dalam menyambut kedatangan seorang tamu. Tari ini sering digunakan sebagai upacara penyambutan tokoh-tokoh penting yang berkunjung di daerah mereka.

Tari Sekapur Sirih dari Sumatera Selatan, Jambi, Riau dan Bangka Belitung

Tari Remo merupakan tari yang menggunakan pola lantai menyilang dimana memiliki makna berupa kebersamaan dan kesatuan dalam menerima dan penyambutan tamu.

Tari Remo dari Jawa Timur

Tari Kecak merupakan tari yang menggunakan pola melingkar dengan beberapa penari laki-laki. Tari ini memiliki makna kebersamaan dan persatuan antara manusia dalam menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan dan harapannya kepada masyarakat lainnya.

Tari Kecak dari Bali

Tari Andun merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai melingkar. Tari ini memberikan makna kebersamaan dalam kegiatan upacara syukur terhadap hasil panen yang melimpah ruah.

Tari Andun dari Bengkulu

 

 

Sebarkan artikel ini