
Baca juga : Halaman Utama
Negara kita merupakan negara yang kaya kebudayaaan. Indonesia memiliki keragaman sosial budaya yang sangat tinggi. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan keanekaragaman tersebut? Apa saja contoh-contoh keragaman sosial budaya bangsa Indonesia? Mari kita bahas satu per satu.
Kondisi Negara Indonesia yang Berupa Kepulauan
Pulau-pulau yang terpisah menyebabkan masing-masing daerah berkembang sendiri sehingga menghasilkan kebudayaan masing-masing. Ribuan pulau menyebabkan tingkat keberagamannya tinggi. Jumlah pulau di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 yang dirilis tahun 2018 baik yang besar maupun yang kecil mencapai 16 ribu pulau.
Peta Kepulauan Indonesia
Penduduk satu pulau dengan pulau yang lain memiliki sistem hubungan yang khas. Mereka memiliki cara masing-masing dalam melakukan interaksi dan mengelola lingkungan. Hal ini memunculkan banyak kelompok suku di Indonesia
Perbedaan Kondisi Alam dan Iklim
Kondisi lingkungan alam dan iklim yang berbeda mengakibatkan keberagaman masyarakat. Perbedaan masyarakat yang tinggal di tepi pantai berbeda dengan masyarakat yang tinggal di perbukitan atau gunung. Perbedaan itu tampak pada pekerjaan, kebudayaan, pakaian, dan bentuk rumah.
Selain itu, Perbedaan iklim menyebabkan masyarakat memiliki kebudayaan yang disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Masyarakat akan menyesuaikan diri dengan kondisi alam dan cuaca setempat sehingga tiap daerah akan berbeda karena kondisi alam dan cuaca yang berbeda.
Suatu contoh; penduduk asli daerah di Sumatera dan Kalimantan banyak mendirikan rumah di tepi sungai supaya mempermudah mendapatkan air dan transportasi. Hal tersebut membuat warga membuat rumah panggung supaya apabila air sungai meluap, rumah mereka tidak terendam banjir.
Berbeda dengan rumah penduduk pulau Jawa. Mereka cenderung tidak tinggal di pinggir sungai. Oleh karena itu tidak ada rumah panggung yang dibangun penduduk pulau Jawa.
|
Bentuk rumah di sekitar pantai |
Bentuk rumah tradisional di pegunungan |
|
Mata pencaharian penduduk di sekitar pantai |
Mata pencaharian penduduk di pegunungan |
Letak Strategis Wilayah Indonesia
Indonesia terletak diantara dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia dan dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Sejak zaman dahulu kala, wilayah Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional. Banyak pedagang dan penjelajah datang ke wilayah Indonesia. Kala itu, wilayah Indonesia disebut dengan Nusantara. Para pedagang dan penjelajah yang singgah di Indonesia tidak hanya membawa barang dagangan, tetapi juga budaya dari tempat asal mereka masing-masing.
Bangsa yang paling berpengaruh terhadap kebudayaan bangsa Indonesia adalah bangsa India, Tiongkok, dan Arab. Kebudayaan dari daerah tersebut banyak kita temukan persamaannya dengan kebudayaan bangsa kita. Misalnya adanya kawasan Glodok di Jakarta yang merupakan tempat tinggal warga Tionghoa pada masa lalu. Termasuk juga di Medan, dapat kita temukan kawasan-kawasan pemukiman orang India.
Kedatangan bangsa-bangsa asing yang berbeda ras, lalu menetap di Indonesia mengakibatkan di Indonesia terjadi perbedaan ras, agama, dan kepercayaan. Seperti agama Hindu dan Budha yang berasal dari bangsa India, agama Islam yang disebarkan oleh bangsa Arab, dan Kristen dan Katolik yang dibawa oleh bangsa Eropa.
Keadaan Transportasi dan Komunikasi
Transportasi dan komunikasi yang terbatas, membuat masyarakat sulit berhubungan dengan daerah lain sehingga mengembangkan sendiri budayanya. Daerah yang sulit dijangkau memiliki kebudayaan sendiri yang tidak dipengaruhi oleh kebudaayaan luar. Daerah yang mudah dijangkau transportasi dan komunikasi, keberagamannya akan dipengaruhi kebudayaan dari luar.
Misalnya di daerah Papua masih memiliki sarana transportasi dan komunikasi yang kurang. Tidak banyak pendatang di Papua membuat banyak budaya penduduk di sana masih murni terjaga dan tidak tercampur atau terpengaruh budaya dari luar.
Akulturasi dan Asimilasi
Akulturasi adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Jadi dalam akulturasi, tidak semua unsur budaya dari luar diterima. Dengan demikian unsur-unsur kebudayaan dari luar itu lambat laun dan diolah ke dalam kebudayaan bangsa Indonesia sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dan jati diri bangsa. Contohnya bentuk bangunan yang dipadukan antara gaya Joglo dengan model rumah panggung.
Asimilasi terjadi jika ada pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Beberapa budaya dari luar Indonesia yang masuk dengan latar budaya yang berbeda-beda yang saling bertemu dalam waktu yang cukup lama sehingga bisa menggantikan unsur-unsur kebudayaan yang lama dan digantikan dengan budaya baru. Contohnya kebudayaan cara berpakaian penduduk Kalimantan, yang pada zaman dulu terbuat serat kulit kayu, sekarang hampir tidak digunakan lagi, kecuali dalam upacara-upacara adat. Pakaian sehari-hari diganti dengan pakaian dengan serat sintetis.
CONTOH-CONTOH KEANEKARAGAMAN BUDAYA
Tarian Tradisional
| No | Nama Tarian | Berasal dari daerah |
| 1 | Kecak dan Legong | Bali |
| 2 | Topeng | Betawi/DKI Jakarta |
| 3 | Jaipong | Jawa Barat |
| 4 | Pakarena | Sulawesi Selatan |
| 5 | Poco-Poco | Maluku Utara |
Senjata Tradisional
| No | Nama Senjata | Berasal dari daerah |
| 1 | Karih | Sumatera Barat |
| 2 | Mandau | Kalimantan |
| 3 | Kujang | Jawa Barat |
| 4 | Golok | Jakarta |
| 5 | Badik | Sulawesi Barat |
Rumah Adat
| No | Nama Rumah Adat | Berasal dari daerah |
| 1 | Gadang | Sumatra Barat |
| 2 | Limas | Sumatra selatan |
| 3 | Kebaya | DKI Jakarta |
| 4 | Joglo | Jawa Tengah |
| 5 | Honai | Papua |
Alat Musik Tradisional
| No | Nama Alat Musik | Berasal dari daerah |
| 1 | Angklung | Jawa Barat |
| 2 | Gamelan | Jawa, Sunda, Bali |
| 3 | Sasando | Nusa Tenggara Timur |
| 4 | Kolintang | Sulawesi Selatan |
| 5 | Tehyan | Jakarta |
Kain Tradisional
| No | Nama Kain | Berasal dari daerah |
| 1 | Ulos | Sumatra Utara |
| 2 | Sutra | Bugis |
| 3 | Tapis | Lampung |
| 4 | Songket | Minangkabau |
| 5 | Sasirangan | Kalimantan selatan |
Pakaian Tradisional
| No | Nama Pakaian | Berasal dari daerah |
| 1 | Surjan | Jawa Tengah |
| 2 | Pangsi | Banten |
| 3 | Kesatrian | Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 4 | Mandar | Sulawesi Selatan |
| 5 | Baju Bodo | Bugis, Makasar, Sulawesi |
Selamat belajar
Recent Comments