Pandemi covid 19 memiliki dampak yang signifikan tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Sudah hampir satu bulan sekolah diliburkan dan anak-anak melakukan pembelajara jarak jauh. Namun dengan adanya beberapa apikasi seperti Google Classroom, Zoom, dan Whatsapp dapat digunakan sebagai media pendukung pembelajaran yang efektif. Kelas V SD Strada Van Lith I sudah menggunakan beberapa aplikasi tersebut untuk kegiatan pembelajaran.
Khususnya dalam penggunaan aplikasi video meeting Zoom, banyak yang perlu dipertimbangkan guru. Guru harus memberi sosialisasi dan pengarahan terlebih dahulu kepada orang tua murid, terutama perihal kesanggupan mereka. Hal ini dipertimbangkan karena penggunaan aplikasi ini membutuhkan banyak kuota dan akses internet yang lancar. Sementara tidak semua orang tua murid berkecukupan untuk membeli kouta data internet dan masing-masing lokasi tempat tinggal yang kadang tidak memiliki jaringan internet yang kuat. Dalam sosialisasi guru menjelaskan bagaimana proses pembelajaran yang akan dilakukan saat melakukan kegiatan pembelajaran di rumah. Guru juga meminta dukungan orang tua agar terciptanya pembelajaran yang kondusif bersama siswa.



Kegiatan pembelajaran menggunakan Zoom tetap dilakuan sesuai dengan ketika anak berada di sekolah. Para siswa tetap menuliskan komitmen dan refleksi pembelajaran. Refleksi harus tetap ditulis karena di SD Strada Van Lith 1 sendiri berpedoman pada Paradigma Pendagogi Reflektif (PPR). Hal tersebut juga dimaksudkan agar anak-anak tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Anak-anak juga melakukan beberapa pembiasaan sekolah seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Strada dan mengucapkan Pancasila.

Walaupun begitu, tidak sepanjang pembelajaran dipaksakan menggunakan Zoom. Saat-saat anak berkegiatan secara mandiri atau sedang menyelesaikan tugasnya, aplikasi Zoom dihentikan demi efektivitas penggunaan data internet juga. Sementara untuk pelaporan dan pengumpulan tugas dilakukan melalui Google Classroom dan Whatsapp. Whatsapp sendiri digunakan sebagai media komunikasi yang mendukung jalannya pembelajaran antara guru dengan orang tua maupun guru dengan siswa. Selain itu anak-anak juga bisa mengirimkan tugas melalui e-mail.


Setiap cara selalu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Khusus dalam penggunaan aplikasi video meeting, kelebihannya antara lain :
- Guru dan siswa dapat melakukan komunikasi tatap muka dengan bantuan aplikasi.
- Aplikasi tersebut relatif dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.
- Dapat meningkatkan semangat belajar siswa saat pembelajaran dari rumah.
Sedangkan untuk kelemahannya antara lain :
- Harus memiliki sinyal yang kuat dan stabil, serta kuota data internet yang cukup.
- Kurangnya hubungan emosional antara guru dengan siswa.
- Sempitnya ruang aktivitas untuk guru dalam menjelaskan atau melakukan pemodelan.
Walaupun Pandemi Covid 19 di Indonesia memberikan dampak yang luar biasa terutama pada dunia pendidikan, namun kegiatan pembelajaran harus tetap belajar. Guru, Orang Tua dan bahkan siswa harus saling mendukung agar pembelajaran tetap bisa beralan dengan baik. Sehingga siswa tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Berikut link vidio sekelumit tentang pembelajaran secara daring:
Penulis : Fransisca Maria Sugiyarti
Editor : Albertus Rindra Narpenda
Recent Comments