Pada Sabtu, 22 Juli 2023 telah dilaksanakan kegiatan Forkom atau yang biasa dikenal forum komunikasi kelas II dan V. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memaparkan hal-hal penting yang menjadi perhatian orang tua murid kelas baru agar selama satu tahun kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini dilaksanakan di aula lantai IV. Bukan hanya guru kelas II dan V saja, tetapi juga dibantu oleh guru kelas lain untuk menyambut orang tua siswa-siswi.

Pembawa acara pada Forkom kali ini yaitu Pak David yang mengampu di kelas VC. Dengan semangatnya membawakan acara sehingga mampu membawa suasana yang ceria pada semua yang hadir. Selanjutnya, doa pembuka dipimpin oleh Ibu Rosa yang merupakan guru kelas IIC.

Kemudian dilanjutkan dengan mengajak orang tua murid untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Strada untuk menyuburkan semangat nasionalisme dan semangat cinta Strada.

Bu Andri selaku kepala Sekolah SD Strada Van Lith I menyapa hangat orang tua murid dan memperkenalkan guru yang mengampu kelas II dan V. Pada kegiatan forkom ini, Bu Andri menegaskan bahwa ini merupakan bentuk kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua murid, serta dalam kerjasama ini sangat perlunya kejujuran, pengorbanan, dan komunikasi yang baik demi anak-anak.

Kemudian Bu Andri menjelaskan tentang kebijakan sekolah, kurikulum merdeka yang merupakan kurikulum baru yang juga diterapkan untuk kelas II dan V, menegaskan tentang visi-misi Strada serta 5 nilai dasar Strada yang menjadi cikalbakal profil lulusan anak-anak strada yang berjiwa melayani, unggul, dan berkarakter. Tahun ini, sekolah juga memiliki program baru untuk pembiasaan anak-anak dengan adanya Apel Pagi gunanya untuk membentuk karakter anak yang disiplin, mau menghargai sesama, dan tidak berbicara ketika ada orang yang berbicara. Apel Pagi ini hanya dilakukan di hari Kamis dan Jumat di lapangan, untuk hari lainnya dilakukan di kelas dengan literasi yang diberikan oleh guru. Hal ini juga sangat penting mengingat literasi anak-anak sekarang kurang, maka sekolah tercinta yang akan menuju usia 100 tahun mendongkak literasi anak yang mengarah pada pembentukan karakter dan biasanya juga dibawa dalam komitmen anak.
Sekolah juga telah menanamkan karakter anak agar peduli terhadap sesama melalui kegiatan peduli koin. Sekolah lebih menguatamakan karakter anak karena ketika karakter sudah terbentuk maka kecerdasan anak pasti akan mengikuti, seperti karakter tekun bila sudah tertanam dengan baik maka dengan sendirinya anak akan belajar dengan penuh tanggung jawab tanpa diminta. Karena itu, Bu Andri mengajak orang tua untuk mau bekerjasama dengan sekolah dengan berani menjadi contoh (dalam segala hal), mengingat anak-anak lebih banyak waktu dirumah dan lingkungan rumah. Apa yang sudah ditanamkan di sekolah yang baik maka sudah seharusnya orang tua mau bekerjasama yang baik demi anak-anaknya.
Kemudian, untuk kelas V akan ada ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Kompetensi) yaitu program evaluasi yang dimaksudkan untuk mengevaluasi atau memotret sekolah dalam pemetakannya, maka akan dipersiapkan dari sekarang, dan tidak semua anak yang akan ikut tetapi dari dinas. Pada ANBK akan diuji literasi dan numerasi, survey karakter dan survey lingkungan. Bukan muridnya saja tetapi juga gurunya juga akan disurvey. Kemudian, kelas V juga akan ada AKM yaitu mengukur literasi membaca dan literasi matematika anak yang dihadapkan dengan permasalahan kontekstual. Setelah Bu Andri selesai menjelaskan, dilanjutkan oleh Pak Albert dan Bu Sinta yang menjelaskan tentang pendampingan belajar kelas V dan kelas II.
Ibu Shinta yang merupakan guru kelas IIB menjelaskan pentingnya anak lancar membaca dan lebih lancar atau cepat untuk menulis, kemudian berharap jikalau di kelas II ini anak-anak mampu bertanggung jawab dan mandiri dalam mempersiapkan keperluan sekolah yang harus di bawa ke sekolah, meminta agar orangtua hanya mendampingi bukan mengambil alih tugas-tugas anak agar anak mampu lebih bertanggungjawab dan mandiri. Bu Shinta juga menambahkan agar orangtua mau rutin mengecek agenda dan refleksi anak karena disitu biasanya guru memberikan catatan penting mengenai hal-hal siswa.
Pak Albert selaku guru kelas VB juga menambahkan bila anak-anak untuk tahun ajaran ini memberikan salam seperti sebelum pandemi dengan berjabat tangan sambil menundukkan kepala untuk mengingatkan kembali sopan santun menghormati orang yang lebih tua, tidak hanya saat bertemu guru saja, dengan orang tua sebelum anak masuk ke lingkungan sekolah, anak-anak memberikan salam dengan orang tua dengan mencium tangan orang tuanya. Kemudian, menjelaskan agar anak-anak gemar membaca sehingga mampu memecahkan masalah kontekstual seperti soal-soal dalam AKM, tak lupa Pak Albert juga menampilkan beberapa soal yang menunjukkan permasalahan nyata dalam bentuk beberapa pilihan bentuk jawaban. Pak Albert juga menambahkan tentang pentingnya bersikap jujur dan mau terbuka pada guru antara siswa dengan guru saat pembelajaran sehingga guru bisa menyikapi dengan baik.
Pak Albert dan Bu Shinta menjelaskan lebih detail mengenai komitmen kelas II dan V, jadwal pemakaian seragam siswa, kurikulum merdeka serta cara penilaiannya hingga hasil akhirnya dalam P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Nantinya, dalam satu ajaran ini akan ada 2 proyek dengan tema “Berekayasa dan Berteknologi” untuk semester 1 dan tema “Kewirausahaan” untuk semester 2 nya. Oleh karena itu, sekolah mengajak orang tua murid untuk mendukung dalam persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk terlaksananya proyek tersebut. Terakhir, juga dijelaskan mengenai Ekstrakurikuler wajib yang diikuti siswa yaitu Pramuka, Bina Iman, dan Melukis, serta ada Ekstrakurikuler pilihan untuk Menari, Paduan suara dimulai dari kelas 3 sampai 6, MIPA untuk kelas 4 sampai 6, Futsal, Angklung dan Drumband yang sedang dicarikan pengajarnya.
Selesai Pak Albert dan Bu Shinta menjelaskan hal-hal penting itu, dilanjutkan dengan menjawab beberapa pertanyaan yang sudah tersedia maupun saran dan pertanyaan dari orangtua murid secara langsung. Kegiatan Forkom kelas II dan V ini berjalan lancar dan orangtua mengikutinya dengan antusias, serta kegiatan diakhiri dengan doa oleh Bu Sekar.
Recent Comments