
Kembali ke : Halaman Utama
Penjernihan air merupakan usaha mengembalikan keadaan air agar bersih dan layak dikonsumsi kembali. Konsumsi dalam arti luas bukan hanya untuk diminum namun juga untuk keperluan sehari-hari misalnya mencuci atau menyiram tanaman.
Ada dua teknik yang umum digunakan untuk penjernihan air yaitu (1) Penyaringan (Filtrasi) dan (2) Penyulingan (Distilasi). Perbedaan kedua cara tersebut tampak dalam tabel berikut ini.
| Pembeda | Penyaringan | Penyulingan |
| Jenis Campuran |
Hanya dapat diterapkan pada campuran heterogen antara air dengan bahan padat yang tercampur di dalamnya |
Dapat diterapkan pada campuran homogen maupun campuran heterogen, |
| Proses | Air disaring menggunakan bahan penyaring agar materi yang tercampur dalam air tersebut mengendap pada bahan penyaring. | Air diuapkan menggunakan evaporator sehingga air dapat terpisah dengan materi yang terlarut di dalamnya, setelah itu air diembunkan kembali menggunakan kondensor. |
| Contoh | Penyaringan air keruh yang tercampur dengan partikel tanah. | Penyulingan air laut untuk mendapatkan air yang tidak asin dan bisa diminum. |
Proses Penyaringan (Filtrasi)
Penyaringan atau filtrasi air dilakukan dalam tahap-tahap sebagai berikut.
Tahap-tahap penyaringan air
1. Pengendapan
Pengendapan dilakukan dalam bak pengendapan. Hal ini berfungsi mengendapkan partikel kasar sebelum masuk ke alat penyaringan air.
2. Penyaringan Mekanis Primer
Penyaringan primer diletakkan pada bagian pertama / alat penyaringan. Tujuannya adalah menghambat partikel kasar yang masuk ke alat penyaringan. Partikel kasar yang terdapat pada air misalnya butiran pasir, atau butiran tanah. Bahan penyaring mekanik utama misalnya kapas sintetis, sabut kelapa, ijuk, spons, atau kain yang cukup berongga. Karena pertama kali bahan ini paling mudah kotor, tetapi dapat dengan mudah dicuci atau diganti
dengan bahan yang baru
3. Penyaringan Mekanis Sekunder
Penyaringan mekanis sekunder diletakkan pada bagian kedua dan seterusnya. Tujuannya adalah membantu menghambat kotoran halus yang masih terbawa dalam penyaringan sebelumnya. Bahan penyaring mekanik sekunder misalnya pasir, kerikil, batu, pecahan bata/genting dll. Penyaringan mekanis primer dan skunder dapat diulangi kembali untuk mendapatkan air yang lebih jernih
4. Penyaringan Kimiawi
Penyaringan secara kimiawi dapat dilakukan, dapat pula tidak. Penyaringan ini dapat dilakukan jika air akan digunakan untuk minum/memasak dan dikhawatirkan mengandung zat kimia berbahaya. Bahan penyaring kimiawi adalah arang aktif dan batu zeolit. Arang aktif mampu menyerap bahan kimia yang terlarut pada air dengan baik. Sedangkan batu zeolit mampu mengikat amoniak, dan menstabilan keasaman air.
5. Penampungan
Air yang sudah disaring perlu ditampung dalam bak yang bersih pula agar dapat digunakan suatu waktu bila diperlukan. Bak penampungan berfungsi untuk menampung air yang sudah tersaring bila belum akan langsung digunakan.
Proses Penyulingan (Distilasi)
Penyulingan air atau distilasi dilakukan dalam tahap-tahap sebagai berikut.
Tahap-tahap distilasi
1. Evaporasi
Evaporasi dalam proses distilasi dilakukan dalam evaporator. Evaporator adalah bak yang berfungsi mendidihkan air, sehingga menghasilkan uap air. Air yang menguap merupakan air murni. Bahan pencampur yang lain tertinggal di dalam evaporator.
2. Pengaliran uap air menuju kondensor
Pengaliran uap air dilakukan melalui pipa penghubung untuk mengalirkan uap dari evaporator menuju kondensor. Pipa penghubung ini sangat panas.
3. Kondensasi
Dalam tahap ini dilakukan di dalam kondensor. Kondensor adalah tabung yang berfungsi mengembunkan uap air kembali menjadi air. Kondensor dikelilingi oleh aliran fluida seperti air yang bersuhu rendah. Fluida bersuhu rendah ini berfungsi untuk menyerap dan membuang kalor yang terdapat pada uap cairan yang sedang disuling.
4. Penampungan
Setelah air mengalami kondensasi, air akan menetes pada pipa keluar. Dalam tahap ini air dapat dialirkan ke dalam wadah penampungan. Wadah penampungan berfungsi untuk menampung air yang sudah tersaring bila belum akan langsung digunakan.
Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulan dan Kelemahan Teknik Penyaringan (Filtrasi)
- Tidak memerlukan penggunaan energi yang besar
- Air yang mampu dijernihkan relatif lebih banyak daripada teknik penyulingan.
- Perlu rajin memeriksa secara berkala serta mengganti bahan penyaring jika sudah kotor
- Membutuhkan biaya untuk mengganti bahan penyaring bila sudah terlalu kotor
- Hanya dapat digunakan untuk penjernihan pada campuran air heterogen dalam kondisi tertentu.
Keunggulan dan Kelemahan Teknik Penyulingan (Distilasi)
- Air yang dihasilkan benar-benar air murni
- Dapat diterapkan dalam campuran air homogen dan heterogen, maupun tidak larut.
- Alat yang digunakan memiliki suhu yang tinggi dan cenderung berbahaya bila terpegang.
- Tidak menggunakan bahan penyaring, sehingga tidak perlu membeli dan membersihkan bahan tersebut
- Memerlukan energi yang besar untuk memanaskan air dan mendinginkannya kembali, biasanya menggunakan energi listrik.
- Air yang mampu dijernihkan relatif lebih sedikit daripada teknik penyaringan.
Jangan lupa, kunjungi pula media sosial kami!
Youtube : SD Strada Van Lith 1
Facebook : SD Strada Van Lith 1
Instagram : sdstrada_vanlith1
Recent Comments