Kembali ke Halaman Utama

 

Saat pembaptisan semua orang Kristen telah menerima Roh Kudus. Karunia-karunia Roh Kudus yang telah diterima itu akan terus diperbaharui setiap kali kita melakukan kebiasaan-kebiasaan kudus. Salah satu kebiasaan kudus adalah berdoa. Karunia-karunia Roh Kudus akan tercurah bagi setiap orang yang berdoa dengan penuh iman.

Baca juga :  Hidup Baru dalam Roh Kudus

Sikap anak sedang berdoa (Foto: shutterstock)

 

Doa dalam Iman Katolik

Doa merupakan sebuah komunikasi batin antara manusia dengan Tuhan. Tidak hanya sebagai sebuah komunikasi, doa juga merupakan sebagai bentuk cinta, di mana cinta selalu ditandai dengan kerinduan untuk selalu dekat dengan Tuhan.

Doa dapat diungkapkan secara pribadi atau bersama-sama. Doa pribadi diajarkan oleh Yesus dalam Injil Matius 6 : 6, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Contoh doa pribadi adalah doa makan, doa sebelum dan sesudah belajar, doa sebelum tidur, doa sebelum melakukan perjalanan, dan lain-lain.

Sedangkan, dalam doa bersama Yesus bersabda dalam Injil Matius 20 : 10, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Oleh karena itu, doa bersama bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih. Contoh doa bersama adalah ibadat lingkungan, doa rosario bersama, jalan salib dan lain-lain.

Setiap kali berdoa, orang Katolik menandai diri dengan Tanda Salib untuk memulai dan mengakhiri doa. Tanda salib diucapkan dengan kalimat, “Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

Doa yang benar adalah doa yang berasal dari hati. Walaupun ada beberapa doa pokok yang dihafalkan, tetapi perlu diucapkan dengan iman yang penuh, bukan sekedar diucapkan dengan mulut. Dengan doa kita tidak hanya berbicara kepada Tuhan, tetapi juga mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

Doa yang benar, bukan hanya dilakukan jika kita meminta pertolongan dan berkat kepada Tuhan saja. Kita perlu berdoa saat duka maupun suka, saat kekurangan maupun kelimpahan. Yesus sendiri mengajarkan doa kepada para murid-Nya dalam Matius 6 : 5 – 15, yang paling utama yaitu Doa Bapa Kami. Dalam doa Bapa Kami tersebut ada beberapa isi doa yang diajarkan Yesus, yaitu :

  1. Pujian kepada Bapa:
    “Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu.”
  2. Penyerahan pada kehendak Bapa
    “Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.”
  3. Permohonan rejeki :
    “Berilah kami rezeki pada hari ini”
  4. Pemohonan pengampunan atas dosa :
    “dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”
  5. Permohonan dilepaskan dari pencobaan dan kejahatan :
    “Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.”

Dengan memahami isi doa Bapa Kami tersebut, maka dalam berdoa, tidak hanya meminta atau memohon, tetapi juga bersyukur atas anugerah Tuhan, menyampaikan pujian kepada Tuhan, dan menyerahkan diri pada kehendak Tuhan.

Waktu Doa

Berdasarkan tradisi para rasul Yesus, Gereja memiliki 8 kali waktu doa. Ke-delapan waktu doa itu disebut Liturgi Jam Suci, yaitu :

  1. Matutinum, antara tengah malam sampai sebelum matahari terbit
  2. Laudes, doa pagi, menjelang matahari terbit, atau saat bangun tidur.
  3. Prima, “jam pertama” sekitar pukul 06.00
  4. Tertia, “jam ketiga” sekitar pukul 09.00
  5. Sexta, “jam keenam” sekitar pukul 12.00
  6. Nona, “jam ke-sembilan” sekitar pukul 15.00
  7. Vesper, doa sore, menjelang matahari terbenam, sekitar pukul 18.00
  8. Completorium, doa penutup, malam hari sebelum tidur, atau sekitar pukul 21.00

Dari ke-delapan jam doa tersebut, dalam Konsili Vatikan II, semua orang Katolik dianjurkan melaksanakan doa pagi (Laudes) dan doa sore (Vesper) sebagai jam doa utama untuk semua orang Katolik. Sebagai orang Katolik yang baik, sudah seharusnya kita membiasakan doa Laudes dan Vesper. Lebih dari itu pun semakin baik untuk meningkatkan hidup rohani kita. Contohnya, orang Katolik juga banyak yang melaksanakan doa penutup (Completorium) sebelum beranjak tidur.

Sebagai panduan, teks ibadat pagi, ibadat sore, dan ibadat penutup (Completorium) dapat kita temukan dalam buku Puji Syukur no. 29 – 82. Namun, jika sedang tidak membawa buku Puji Syukur, doa pribadi pun sudah menjadi tindakan iman yang baik untuk dilakukan.

Selain pada waktu doa di atas, secara pribadi kita dapat berdoa sepanjang waktu, misalnya ketika mau makan, berangkat sekolah, dalam perjalanan, mau mengerjakan soal ujian, dan lain-lain.

Contoh-contoh Doa

1. Doa-doa Pokok

Doa-doa pokok merupakan doa-doa yang selalu digunakan dalam setiap kali berdoa, misalnya Bapa Kami, Kemuliaan, Terpujilah, Salam Maria, Aku Percaya, dan Doa Tobat. Doa-doa ini harus dihafalkan oleh setiap orang Katolik karena juga sering didoakan secara bersama-sama dalam ibadat. Doa-doa pokok dapat kita baca pada buku Puji Syukur no. 1 – 28.

2. Novena

Gereja Katolik memiliki kebiasaan doa 9 hari berturut-turut pada jam yang sama disebut novena. Doa ini didasarkan pada pengalaman para murid Yesus berdoa selama sembilan hari sebelum peristiwa Pentakosta. Contoh doa-doa novena di antaranya Novena Roh Kudus, dan Novena Tiga Salam Maria.

3. Rosario

Rosario sebagai alat doa.

Doa Rosario merupakan doa yang diucapkan berulang-ulang dan dikelompokkan dalam setiap 10 kali doa diucapkan. Rosario yang paling banyak didoakan oleh orang Katolik adalah Rosario Maria, dan Rosario Kerahiman Ilahi. Orang Katolik sering menggunakan rosario, yaitu semacam kalung dengan untaian manik-manik yang digunakan untuk membantu saat mendoakan doa rosario.

4. Litani

Litani adalah doa yang ucapkan dengan seruan berturut-turut yang dilanjutkan dengan ucapan “Kasihanilah kami” dan “Doakanlah kami.”  Contoh doa litani adalah : Litani Hati Yesus yang Mahakudus, dan Litani Orang Kudus.

5. Doa Malaikat Tuhan

Doa Malaikat Tuhan merupakan doa yang dilakukan pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Doa Malaikat Tuhan dilakukan pada setiap hari sepanjang tahun, kecuali dalam Masa Paskah. Pada Masa Paskah, doa ini diganti dengan doa Ratu Surga.

Sebenarnya, masih banyak jenis doa dalam Gereja Katolik, tetapi kita cukup perlu mengenal beberapa jenis doa di atas. Namun, tidak hanya untuk dipahami saja, tetapi lebih untuk selalu kita doakan dengan rutin sesuai situasi, harapan dan permohonan kita kepada Tuhan.

 

Sikap Doa

Sikap Doa Pribadi

Dalam berdoa secara pribadi tidak ada ketentuan khusus dalam Gereja Katolik. Setiap orang Katolik dapat melakukan sikap doa sesuai dengan disesuaikan dengan situasi dan permohonan saat berdoa. Namun, sikap yang digunakan harus merupakan tindakan yang pantas untuk menghadap Tuhan, Sang Pencipta dan Penyelenggara Hidupnya. Sikap-sikap doa yang banyak dilakukan antara lain :

  1. Sikap badan dapat dilakukan dengan berdiri, duduk di kursi, duduk bersila, maupun berlutut.
  2. Menutup mata, berarti memusatkan hati dan pikiran kepada Tuhan.
  3. Menundukkan kepala, sebagai bentuk hormat kepada Tuhan.
  4. Tangan dilipat (mengatupkan kedua tangan), berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
  5. Doa secara pribadi boleh diucapkan dengan suara ataupun diucapkan dalam hati.

Sikap Doa Bersama

Doa bersama merupakan doa yang dipersatukan dalam persekutuan umat beriman. Karena merupakan doa yang dipersatukan maka dalam doa bersama perlu mengikuti sikap yang tepat secara bersama-sama. Cara sikap berdoa bersama antara lain :

  1. Ikutilah sikap pemimpin doa, bila pemimpin doa duduk dengan bersila, duduklah bersila, jangan selonjoran. Bila pemimpin doa berdiri, ikutilah berdiri. Namun, pemimpin doa dapat meminta umat untuk duduk jika diperlukan.
  2. Ucapkan doa bersama. Dalam doa bersama ada bagian yang diucapkan pemimpin doa, ada juga yang diucapkan bersama-sama. Bagian doa yang diucapkan bersama perlu diikuti oleh semua umat. Jangan hanya diam, atau mengucapkan dalam hati. Dengan demikian doa bersama benar-benar menjadi kesatuan iman dan harapan semua umat.
  3. Memusatkan hati dan pikiran pada Tuhan, misalnya dengan tetap melipat tangan saat berdoa dan tidak berbicara (mengobrol) dengan umat yang ada di sebelah selama doa berlangsung.

 

Baca juga : Yesus Menderita, Wafat, dan Bangkit


Jangan lupa, kunjungi pula media sosial kami!
Youtube : SD Strada Van Lith 1
Facebook : SD Strada Van Lith 1
Instagram : sdstrada_vanlith1

 

Sebarkan artikel ini