Tanggal 1 November 2021 setiap tahun diperingati sebagai Hari Inovasi Nasional. Para guru SD Strada Van Lith I mengikuti Lomba Inovasi yang diselenggarakan Strada Cabang Jakarta Pusat-Barat-Selatan (Jakpusbarsel). Dalam lomba ini para guru secara berkelompok ikut berpartisipasi menciptakan sebuah karya dari barang bekas yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam pembelajaran di sekolah.

Setelah memutuskan membuat globe dari bubur kertas, para guru berbagi tugas. Ada yang mempersiapkan bahan-bahan bekas, membeli bahan tambahan, serta membuat rancangan dan jadwal. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: koran dan kertas bekas, tongkat sapu bekas, kawat dan tali, kawat jaring, lem putih, semen putih, dan cat. Sedangkan peralatannya antara lain: mesin penghancur dokumen, ember, gergaji, pisau, gunting, gunting kawat, amplas dan kuas.

Karya para guru-guru ini tidak dibuat dalam wakti yang singkat. Butuh waktu 2 minggu untuk melesaikan karya bersama ini. Proses yang lama membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Bagaimana keseruan para guru dalam membuat globe raksasa?

1.  Membuat Bubur dari Kertas
Jumat, 12 Oktober 2021 siang, lewat tengah hari, para guru berkumpul untuk memulai proyek karya ini. Mereka mengumpulkan bahan utama yaitu kertas dan koran. Koran dan kertas itu dihancurkan menggunakan mesin penghancur dokumen dan direndam di ember yang berisi air. Para guru bekerja sama dan ceria dengan diselingi canda tawa bersama.

2.  Membuat “Kandang Burung”
Senin, 15 Oktober 2021 siang, para guru mulai merancang “kandang burung” alias kerangka globe. Bapak-bapak membuat rangka dari paralon dan kayu tangkai sapu bekas. Kemudian diikat dengan kawat dan tali untuk memperkuat rangka. Ibu-ibu merangkai potongan kawat jaring sebagai permukaan yang akan ditempeli bubur kertas. Semua guru mengerjakan dengan antusias dan semangat. Hasil rangkaian kerangka globe itu tampak seperti kandang burung berbentuk bola.

Tinggal kita masukkan burung love bird Pak Jemino ke dalam sini,” kelakar Pak Joseph yang diikuti tawa guru-guru lainnya.

3. Membuat “Bakso Rudal Raksasa”
Selasa, 16 Oktober 2021 waktunya guru-guru menempelkan adonan bubur kertas pada kerangka. Sebelumnya bubur kertas ditiriskan dan dicampur dengan tepung tapioka dan lem putih. Setelah diulen sampai rata, adonan ditempekan pada jaring-jaring kawat. Adonan bubur kertas ditekan-tekan pada jaring-jaring kawat agar menempel dengan sempurna. Setelah semua jaring kawat tertutup, jadilah “bakso rudal” raksasa yang menggiurkan siapa saja yang sedang merasa lapar. Hmm, sepertinya lezat. Ayo, siapa yang mau ikutan makan bakso raksasa?

4. Hari-hari Kelam yang Menegangkan
Rabu-Minggu, 17-21 Oktober 2021 adalah hari-hari yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, begitu bubur kertas sudah direkatkan pada rangka globe, hujan selalu turun pada siang hari selama 4 hari berturut-turut. Hampir tidak ada panas terik yang cukup untuk mengeringkan bubur kertas. Padahal, untuk mengeringkan bubur kertas memerlukan panas yang kuat hingga bubur kertas menjadi kering.

Semua guru merasa cemas dengan situasi tersebut. Globe masih basah selama berhari-hari. Akibatnya daya rekatnya pun menjadi tidak maksimal. Tampak beberapa bagian pecah dan terkelupas. Bagian tersebut harus ditambal ulang dan ditambahkan lem agar bisa merekat dengan baik.

Untuk mempercepat proses pengeringan, maka muncullah ide dari ibu-ibu guru. Mereka akhirnya membawa hair dryer saat berangkat ke sekolah agar dapat digunakan untuk mengeringkan bola bubur kertas. Bila biasanya hair dryer digunakan untuk rambut, kali ini digunakan untuk mengeringkan kertas yang lembab. Wah, ada-ada saja strategi ibu guru SD Strada Van Lith I.

6. Dari “Bakso Rudal” menjadi “Bakso Ikan Jumbo”
Senin, 22 Oktober 2021, setelah bubur kertas mengering, globe dilapisi dengan semen putih tipis untuk menghaluskan permukaan globe. Globe tampak seperti sebuah “bakso ikan” berukuran jumbo . Untuk membantu pengeringan semen putih, jurus hair dryer dipakai kembali. Setelah semen putih kering, maka diamplas dan semprot dengan cat biru untuk menandai wilayah laut dan samudra.

7.  “Menciptakan” Benua pada Permukaan Globe 
Selasa, 23 Oktober 2021, Tahap akhir adalah menciptakan benua pada globe. Para guru asyik menggambar benua-benua pada globe. Benua berulang kali digambar agar bentuk dan letaknya tepat sesuai keadaan sebenarnya. Setelah digambar, kemudian diberi cat. Masing-masing benua dengan warna yang berbeda.

Itulah pengalaman para guru SD Strada Van Lith I dalam membuat karya inovasi dari bahan bekas dalam rangka Hari Inovasi. Dalam membuat globe dari bubur kertas membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Hal ini tampak dari waktu yang digunakan untuk menyelesaikan karya tersebut tidak hanya 1 hari. Selain itu ada beberapa kendala yang dialami, salah satunya adalah cuaca yang tidak mendukung mengakibatkan lama proses pengeringan. Walaupun demikian, para guru tetap merasa bangga dapat menyelesaikan proyek tesebut dengan kompak, kreatif, dan kerja sama yang baik.

Penulis : Albertus R. Narpenda