Amlovta Junequella Pesiwarissa, murid kelas II-A SD Strada Van Lith I adalah seorang anak yang pandai memanfaatkan kesempatan untuk selalu berprestasi. Banyak kejuaraan dan lomba yang diikutinya yang menghasilkan piala dan tropi. Tropi di tumahnya sudah berjajar rapi di atas meja belajarnya.

Amlovta Junequella Pesiwarissa biasa dipanggil Nona oleh orang tua dan teman-teman di sekolahnya. Baru-baru ini, 26 Juni, Nona mendapatkan Juara III Lomba Mewarnai area Jabodetabek untuk usia 6-9 tahun. Lomba ini diselenggarakan oleh Penerbit Kanisius.

Sejak kecil usia 3 tahun, Nona sudah menunjukan ketertarikannya dengan mewarnai. Dia sangat senang mewarnai, sampai pada suatu ketika mamanya mencoba untuk mengikutkan lomba pada usia 4 tahun di Museum Batik. Saat pertama kali lomba Nona tidak mendapatkan juara, kecewa pasti. Tapi dari situ Nona tidak putus asa, begitupun dengan mamanya selalu mendukungnya, baik secara moril dan materil.

Salah satu alasan mengapa nona sangat menyukai menggambar adalah menyenangkan, dan bisa berkarya lebih. Tapi pada suatu ketika Nona pernah lelah, dimana dia sudah lama tidak berlatih menggambar ataupun mewarnai. Pertama dia memenangkan lomba yang di adakan di TK Jhon Bermans pada acara Hari Pangan sedunia (HPS).

Perwarna yang sangat disuka nona baik saat lomba atau saat berlatih dirumah yaitu dengan menggunakan krayon, karena jika menggunakan perwarna lainnya seperti cat air nona masih sedikit kesulitan, dan belum bisa serapi ketika menggunakan krayon.

Pada saat mewarnai, ada beberapa hal yang menurut Nona sedikit sulit. Yaitu ketika melakukan finishing yang biasanya finishing ada di bagian langit. Sehingga untuk meminimalisir kesulitan itu, mama Nona selalu memberikan penekanan pada Nona ketika melakukan perwarnaan di bagian baju atau rumah.

Ketika Nona mengalami kesulitan Nona selalu bertaya kepada mamanya, Nona tidak pernah ikut les ataupun bimbingan kusus. Nona berlatih hanya melalui youtube dan sedikit arahan dari orang tuanya. Banyak yang mendukung supaya bakat Nona selalu berkembang, diantarnya adalah orang tua, saudara-saudaranya dan guru kelasnya.

Karena kecintaanya dengan mewarnai, hampir  setiap 1 bulan sekali krayon selalu habis. Karena banyak yang mendukung bakatnya itu, terkadang baik dari saudara atau orang tuanya, mereka selalu memberikan kado untuk Nona yang berupa krayon.

“Semua teman pasti bisa dan jangan pernah putus asa, teruslah kembangkan bakat dan minat kalian,” pesan Nona untuk semua teman-temannya.

Penulis: L. Shinta

Editor: Albert Narendra