Belakangan ini, begitu viralnya tanda pagar “#Indonesia??? #Terserah!!!” di media sosial. Tagar ini mengungkapkan keresahan dari petugas medis yang melihat kenyataan warga yang kurang patuh terhadap ketentuan PSBB. Warga mulai banyak beraktivitas dan berkerumun tanpa menjaga jarak. Bahkan banyak orang yang memaksakan diri untuk mudik ke kampung. Hal ini tentu saja membuat petugas medis menjadi geram. Padahal mereka sebagai garda depan dalam penanggulangan virus Corona ini.
Kepatuhan masyarakat sangat diharapkan untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Caranya, misalnya dengan tetap patuh menjaga jarak, menggunakan masker, maupun menahan diri untuk tidak pulang kampung saat situasi ini. Sudah seharusnya kita mendukung para petugas medis yang telah berjuang untuk kesehatan kita semua.
Pengalaman serupa,- walaupun tidak persis sama, dialami juga dengan para guru di sekolah. Semenjak sekolah tidak diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka, guru-guru berbenah dari kemampuan masing-masing.
Ibarat seorang nahkoda, yang tiba-tiba harus mengendarai pesawat terbang. Tantangan yang sulit bagi sebagian besar guru. Bagaimana tidak, selama ini belum ada pembelajaran dalam satu hari efektif penuh yang dilakukan secara e-learning. Tidak ada kata lelah untuk guru-guru. Walaupun banyak kendala, guru tidak pernah berhenti untuk meningkatkan performa pembelajaran.
Apa saja itu?
Tak Lelah # 1
Merombak Model dan Strategi Pembelajaran
Bu Widhi mengungkapkan hal yang harus diusahakan pertama adalah merombak model dan srategi pembelajaran yang selama ini biasa disajikan secara tatap muka dan menggunakan buku-buku. Model pembelajaran diubah menjadi berbasis e-learning yang sederhana, dan dapat diikuti oleh semua murid, tanpa mengurangi kompetensi yang diharapkan.
Tak Lelah # 2
Menyesuaikan dengan Keadaan Orang Tua dan Murid
Berkomunikasi dengan orang tua dengan berbagai latar belakang dan dengan kemampuan IT yang berbeda-beda pula. Orang tua diminta ikut serta membantu proses belajar anak, walaupun mereka juga bekerja. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Maria, guru harus tanggap dan bijak dalam melakukan komunikasi dalam pembelajaran jarak-jauh.
Tambahan lagi, beberapa anak merasa jenuh dan tidak mau belajar lagi. Hal ini merupakan hal yang paling susah. Namun, tidak ada kata lelah, dengan berbagai cara guru untuk tetap memberikan semangat dan motivasi kepada anak agar tetap belajar.
Tak Lelah # 3
Berusaha Belajar IT
IT untuk sebagian guru memang tidak mudah, generasi 70-80 an belum begitu mahir dalam mengoperasikan komputer. Ini tantangan besar. Bu There mengungkapkan betapa keras usaha beliau untuk belajar IT demi kelancaran pembelajaran para murid.
Tak Lelah # 4
Jaringan yang Tak Stabil dan Berbiaya Tinggi
Dalam pelaksanaan e-learning, menggunakan jaringan internet. Internet di Indonesia belum merata dan tidak stabil, sekalipun di perkotaan. Masih banyak orang tua yang melaporkan kesulitannya dalam megoperasikan e-learning karena jaringan yang tidak stabil. Belum lagi, karena internet berbiaya tinggi. Beberapa orang tua menyampaikan keluhannya.
Bu Wiwin menyampaikan bahwa hal ini perlu disikap secara bijak. Guru juga harus tanpa lelah menanggapi dan merespon orang tua dan murid yang kesulita dalam belajar. Selain itu, untuk guru sendiri, harus bisa mencari alternatif agar dalam memberikan pembelajaran jarak-jauh, guru tidak mengalami kesulitan dalam hal jaringan.
#TakLelah memang tepat menjadi tagar bagi guru dalam situasi pembelajaran sekarang ini. Banyak sekali kendala yang dialami, tetapi guru sejati tidak akan pernah berhenti untuk selalu terus menyesuaikan diri dan meningkatkan kualitas dalam pelayanan pendidikan.
Terus Semangat Guru Indonesia
Salam dari Guru-guru SD Strada Van Lith I
Penulis : Albertus R. Narpenda
Recent Comments