Sudah tiga pekan SD Strada Van Lith I mengikuti anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah dan menjaga jarak agar dapat memutus penyebaran penyakit Covid-19. Pekan ini terasa sangat berbeda bagi keluarga yang beragama Kristiani karena pekan ini merupakan pekan saat umat Kristiani memasuki Pekan Suci yang dimulai dari Minggu Palma dan diikuti tiga hari suci lainnya yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah. Bagi umat kristiani, pekan ini merupakan pekan pengharapan yang membawa umat turut bangkit bersama Yesus yang telah mengalahkan maut.

Biasanya umat mengisi pekan ini dengan ke gereja untuk benar-benar menghayati arti kebangkitan bersama Tuhan Yesus. Saat ini, pandemi yang mewabah telah membatasi ruang gerak termasuk gereja untuk melakukan pembatasan sosial. Gereja pun mengambil sikap untuk merayakan Paskah dari rumah masing-masing bersama keluarga. Namun demikian, keluarga Kristiani yang menjadi bagian SD Strada Van Lith I tetap membangun harapan dalam perayaaan kebangkitan Tuhan Yesus.

Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah tidak menghalangi umat kristian untuk bertemu Tuhan dengan mengikuti Misa atau ibadah Pekan Suci. Misa dan ibadah dilakukan secara streaming melalui televisi dan media daring. Umat Kristiani dari keluarga besar SD Strada Van Lith I dengan hati yang terbuka tetap merayakan kebangkitan Tuhan. Seluruh anggota keluarga berkumpul dan bersatu hati untuk mengikuti kegiatan misa dan ibadah.

Seringkali muncul adalah sinyal televisi yang kurang baik dan jaringan internet yang tidak cukup cepat sehingga misa dan ibadah yang diikuti sering terputus. Selain itu, gangguan dari suasana sekitar rumah yang melakukan aktivitas rumah tangga, kadang mengusik konsentrasi. Namun, kerinduan hati bertemu Tuhan mengalahkan ketidaknyamanan itu.  Bagi umat Kristiani, bukan perayaaan yang meriah yang perlu dimaknai dalam merayakan Paskah melainkan kesederhanaan dan berbesar hati pada situasi yang mungkin tidak menyenangkan yang kita alami.

Selamat Paskah.

Penulis : Sabina Taranggani