Pembelajaran Kelas 3 SD Strada Van Lith I memasuki tema 8 atau H yaitu Pramuka. Tema ini merupakan tema terakhir dari jajaran tema dalam kurikulum yang digunakan di sekolah. Dalam tema ini para murid belajar sekaligus sebagai seorang Pramuka. Dalam tingkatan kelas 3 adalah tingkat Siaga.

Rabu, 8 April 2020, guru Kelas 3 melaksanakan pembelajaran jarak jauh bertajuk “Siaga Selalu Sehat” dan mengajak para murid untuk melakukan senam pagi selama 1 jam, dilanjutkan berjemur di bawah sinar matahari. Sinar matahari, khususnya UVB membantu manusia mempertahankan kadar vitamin D yang sangat baik untuk pertumbuhan. Tentu saja paparan sinar matahari tidak dapat terlalu lama.

Sehari sebelumnya, guru sudah menginfokan kepada orang tua untuk mendampingi putra-putri mereka dalam kegiatan ini. Tentu saja, guru selalu memberi kesempatan bagi orang tua yang dengan alasan tertentu tidak dapat melaksanakan pada pagi hari. Namun, sebagian besar orang tua menerima rencana kegiatan ini demi perkembangan putra-putri mereka.  Guru memberikan panduan melalui Google Classroom.

Berpakaian olahraga, dan mengenakan hasduk pramuka. Mereka bersemangat melakukan senam. Kegiatan ini juga melibatkan orang tua. Mereka pun ikut dalam senam pagi, bahkan di antaranya mengikuti gerakan yang dibuat oleh anak-anak mereka. Anak-anak melakukan senam sesuai kreativitas mereka.

Gerakan senam yang dilakukan murid-murid bervariasi, tetapi tetap memperhatikan pola gerakan senak dari pemanasan, inti dan pendinginan. Ada yang menambah dengan gerakan melatih keseimbangan. Mereka begitu senang dan kreatif menciptakan gerakan-gerakan senam sesuai kemampuan fisik mereka.

Setelah senam dan berjemur, kegiatan dilanjutkan dengan makan sehat. Sebelum menghidangkan dan menyantap makanan, mereka membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan langkah-langkah yang tepat. Kebiasaan mencuci tangan baik untuk melindungi diri dari virus Corona, karena virus ini tidak tahan dengan sabun.

Semua kegiatan olahraga, cuci tangan, menyiapkan dan makan sehat didokumentasikan dalam bentuk foto atau video dan diunggah ke Google Classroom. Bentuk dokumentasi ini bisa dipilih, mengingat tidak semua orang tua memiliki kuota yang cukup jika harus mengunggah video. Tidak ada kendala yang berarti. Orang tua cukup aktif mendampingi putra-putri mereka.

Dengan pembelajaran ini diharapkan menjadi budaya ketika anak-anak makan selalu menyempatkan diri mencuci tangan. Dengan tangan yang bersih saat makan, kesehatan mereka selalu terjaga dan tidak mudah sakit. Dengan kesehatan yang baik, para murid dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa kendala. (ARN)