“ Berani mengalahkan monster sampah?,” tanya Bu Widhi.
“ Berani,“ jawab murid-murid SD Strada Van Lith I dengan antusias.
“ Ayo, menjadi pejuang melawan sampah!”
Para murid segera melangkah keluar aula sekolah untuk melakukan kerja bakti, Jumat, 21 Februari 2020. Mereka mulai bergerak menyusuri sekolah untuk bersih-bersih.
Murid-murid kelas I, II dan III membersihkan sampah di dalam kelas, dan sekitar kelas mereka. Tak hanya sampah, para murid juga membersihkan kaca, mengelap meja dan dinding dan mengepel.
“ Senang, saya mau kelasku bersih,” ujar salah sorang siswa kelas II C.
Sementara itu untuk kelas IV, V dan VI, tidak hanya bertanggung jawab di kelas masing-masing. Mereka sudah berbagi tugas pada hari sebelumnya untuk membersihkan toilet dan halaman juga. Mereka membawa berbagai macam peralatan kebersihan dari rumah. Tampak para murid sudah cukup mandiri untuk kegiatan kebersihan kelas, bahkan toliet dan halaman.
“ Kotor, tidak masalah. Yang penting kita berani berjuang untuk melawan sampah,” seru beberapa murid yang membersihkan halaman belakang.
Sebelumnya mereka mengikuti kegiatan edukasi. Kegiatan tersebut diawali dengan menyaksikan Serial Sampah Sandi. Dua episode yang mereka tonton,- berjudul “Sungai Bukan Tempat Sampah” dan “Berkunjung ke Bantar Gebang”, berdurasi 10 menit.
Usai menonton, dilanjutkan dengan demostrasi bersama Bu Anastasia Widhi dan beberapa murid yang ditugaskan, antara lain memilah sampah, menggunakan tempat makan dan botol minum yang bisa digunakan berkali-kali. Selain itu para murid juga diajak untuk rela mengambil sampah yang jatuh, dan tidak menggunakan bahan plastik sekali pakai ketika jajan.
Kepada para murid Bu Anastasia Widhi berpesan, “Ingat selalu untuk menggunakan tempat makan dan botol minum yang bisa dipakai berulang kali. Katakan tidak pada penggunaan plastik, mangkok, sedotan dan sendok sekali pakai.” arn.
Berikut gambaran antusiasme anak-anak:
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |











Recent Comments