Cuaca sejuk pagi ini, menghantar para siswa-siswi kelas III A dan III B SD Strada van Lith I ke Stasiun Kemayoran. Hari ini mereka akan belajar di luar kelas. Siswa-siswa berdatangan satu per satu dengan membawa tas kecil dan bekal.
Belajar di luar kelas merupakan salah satu agenda kelas III. Tujuannya untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual agar pembelajaran menjadi semakin bermakna. Materi yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah tentang Commuter Line (PLBJ) dan Perubahan Energi (Tematik). Dengan mengalami dan melihat langsung diharapkan siswa lebih mengingat dan memahami materi yang dipelajari.
Siswa berbaris rapi di depan stasiun. Setelah itu guru-guru mengecek kehadiran mereka. Tepat pukul 07.00, siswa bersama guru berdoa untuk memulai pembelajaran.
Materi pertama yang disampaikan oleh guru mengenai energi yang digunakan pada kereta komuter. Guru menunjukkan kabel listrik aliran atas yang digunakan sebagai pengantar arus listrik menuju kereta komuter. Kebetulan kereta komuter sedang berhenti di peron I, sehingga siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara kabel aliran atas dengan kereta komuter.
Setelah memahami tentang energi yang digunakan komuter, siswa berbaris dalam 2 jalur memasuki stasiun. Siswa mulai melakukan tapping di mesin tap dengan tertib, dengan dibantu oleh petugas stasiun.
Berada di dalam stasiun, siswa belajar tentang fasilitas stasiun, peraturan di stasiun dan budaya mengantre di peron. Salah satu narasumber, petugas informasi stasiun ikut serta membantu menjelaskan tentang peraturan di stasiun.
Selanjutnya, siswa mulai mengantre di peron 2. Pukul 07.40, rangkaian kereta Jurusan Bogor dari Jatinegara yang ditumpangi berhenti di Stasiun Kemayoran. Siswa mulai memasuki kereta satu-per-satu dengan dibantu petugas stasiun.
Di dalam stasiun, para murid diajari untuk tertib dan peduli dengan orang lain. Murid-murid tidak mengunakan kereta khusus, tetapi berbaur dengan penumpang yang lain. Tidak semua murid mendapat tempat duduk. Situasi tersebut menjadi pelajaran para murid untuk belajar menghargai, terutama penumpang yang lebih membutuhkan tempat duduk.
Tiba di Stasiun Kampung Bandan, siswa belajar melakukan transit kereta. Tampak wajah mereka bersemangat untuk berganti kereta. Kereta feeder relasi Kampung Bandan – Jakarta Kota sudah menunggu. Siswa segera berpindah peron.
Di dalam rangkaian kereta feeder, situasi lebih lengang, siswa relatif mendapatkan tempat duduk. Walaupun tempat duduk prioritas di sudut depan dan belakang kereta masih kosong, guru mengingatkan mereka untuk tidak menggunakan kursi itu. “Ayo, dibaca; ini tempat duduk untuk siapa?”, tanya Pak Albertus Rindra. Murid-murid yang duduk di kursi prioritas itu segera berdiri dan berpindah tempat duduk atau berdiri.
Pukul 08.15, para siswa tiba di Stasiun Jakarta Kota. Di sana mereka beristirahat sebentar sambil minum dan memakan bekal roti yang mereka bawa. Guru juga mengingatkan para siswa untuk membuang sampah sesuai jenis sampah yang disediakan di stasiun. Setelah istirahat mereka berfoto bersama.
Siswa, mulai keluar stasiun satu-per-satu. Dengan berbaris, mereka berjalan menuju ke Halte Kota melalui terowongan penyebrangan orang. Merekapun kembali ke sekolah dengan aneka pengalaman yang akan selalu mereka ingat. “Besok belajar di luar kelas lagi ya, Bu”, ujar seorang murid yang kemudian diikuti oleh murid-murid di dekatnya. “Ya, kalau kalian bisa lebih tertib, pasti kita akan belajar di luar kelas lagi”, ujar Ibu Silviana Ina Hayon.
Berikut poto-poto pembelajaran diluar kelas anak-anak kelas 3:







(ARN)
Recent Comments