Sabtu, 23 November 2019, Kompleks Gunung Sahari sudah riuh rendah sejak pagi, aktivitas sudah terlihat lebih awal. Para murid datang dengan berbagai macam busana dan seragam. Murid SD Strada Van Lith I menggunakan pakaian tradisional, mulai dari kelas I hingga kelas VI. Tampak suasana yang begitu meriah yang menunjukkan keberagaman yang ada di Indonesia. Ini sebagai suatu bentuk apresiasi dari semangat menghargai perbedaan yang selalu menjadi bagian dari nilai sekolah Strada.

Setelah bekumpul di lapangan, para murid mengadakan senam bersama. Kegiatan senam poco-poco ini dilaksanakan di badan Jalan Gunung Sahari depan Sekolah Strada, kecuali jalur busway. Tentu saja hal ini dibantu pihak kepolisian guna pengaturan lalu lintas di Jalan Gunung Sahari.

Usai senam, dilanjutkan dengan karnaval budaya. Rombongan dilepas oleh Kepala Cabang Strada Jakarta Pusat – Barat – Selatan (Jakpusbarsel), Bpk. Paulus Edi Sukasno. Rombongan berarak dari depan komplek Strada Gunung Sahari ke arah melalui Jalan Gunung Sahari menuju simpang lima Pasar Senen, berbelok di Jalan Kramat Bunder, dan berbalik arah melalui Jalan Stasiun Senen, Jalan Bungur Besar Raya dan Jalan Gunung Sahari II.

Rombongan karnaval paling depan dipimpin oleh Ekstrakurikuler Marching Band SD Strada Van Lith I, diikuti dengan rombongan SMK, SMP, SD dan TK. Barisan SD merupakan barisan yang paling panjang dibanding unit lain, karena terdiri dari 14 kelas. Pada bagian belakang diisi oleh rombongan odong-odong yang dinaiki oleh siswa kelas I SD Van Lith I dan TK John Berchmans.

Setelah rombongan karnaval kembali ke sekolah, di lapangan belakang sudah tersedia makanan untuk para murid. Makanan disediakan oleh tim orang tua dari masing-masing kelas. Ada 14 stand makanan. Setiap tim orang tua kelas mendapat bagian untuk mengolah makanan yang berbeda. Makanan tersebut berbahan asli asli khas Nusantara, di antaranya ubi, singkong, jagung, pisang dan kacang hijau.

Dengan sukacita, para murid menyantap makanan. Murid-murid boleh mengambil makanan yang disukai, walaupun dari kelas lain. Minuman menjadi menu yang paling dicari, karena suasana panas dan rasa haus setelah berkeliling dalam karnaval. Tidak hanya para murid, para guru dan pendamping karnaval juga ikut mengambil makanan. Kegiatan ini sebagai bentuk sarana Aksi Pangan Sedunia, dimana wali murid berbagi rejeki dalan rupa makanan untuk anak-anak tanpa memandang kelompok kelas.

Sementara itu di halaman depan, ditampilkan penampilan dari ekstrakurikuler SMP dan SMK, khususnya Modern Dance. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba, dan pertunjukan jathilan. Menjelang tengah hari, para murid dan peserta dihibur oleh bintang tamu, Band Pasto. Kegiatan ditutup dengan tari Sanjojo dari unit SMP. Pukul 13.15 kegiatan usai. Para murid dan panitia berkemas-kemas membereskan perlengkapan dan membersihkan sekolah kembali agar dapat digunakan untuk belajar hari Senin.arn.

Berikut beberapa poto kegiatan Penutupan Porseni dan Karnaval Budaya:

ARN